3 Penyebab Fiersa Besari Selamat dari Cuaca Buruk di Puncak Carstensz

Senin, 03 Maret 2025 - 14:20 WIB
Mendaki Puncak Carstensz tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga kesiapan mental untuk menghadapi tantangan berat. Selain itu, mental yang stabil juga memainkan peran besar.

"Mungkin yang tidak diketahui kawan-kawan yang kurang familier dengan dunia pendakian, Carstensz Pyramid berbeda dengan gunung di Indonesia pada umumnya," jelasnya.

"Medan tebing curam dengan ketinggian 600-an meter (basecamp YV 4.200-an MDPL - Puncak Jaya 4.884 MDPL), mewajibkan kita untuk lancar menggunakan alat-alat tali untuk naik dan turun (ascending dan rappelling) sebagai safety procedure," sambungnya.

Baca Juga: Fiersa Besari Tidak Satu Tim dengan 2 Pendaki yang Meninggal di Puncak Carstensz Papua

3. Manajemen Risiko yang Baik



Cuaca di Puncak Carstensz sangat sulit diprediksi. Perubahan dari kondisi cerah ke badai salju dapat terjadi dalam hitungan jam atau bahkan menit. Oleh karena itu, pemahaman tentang manajemen risiko menjadi faktor penting dalam ekspedisi ini.

"Sebagai catatan, di ketinggian di atas 4.000-an MDPL, apalagi dalam cuaca buruk, kita memang tidak boleh diam terlalu lama. Sebab rentan terkena hipotermia," pungkasnya.
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!