Bobon Santoso Ternyata 2 Kali Syahadat, Dibimbing Ustaz Derry Sulaiman
Selasa, 18 Maret 2025 - 11:20 WIB
Foto/Instagram Bobon Santoso
"Jadi saya pakai baju pun yang memang baju konten karena begitu saya masak itu, waktunya panjang dan kotor-kotoran bajunya. Kotor sekali, namanya kita aduk-aduk, muncrat sana sini, dan kadang kita pegang bumbu tumpah-tumpah juga," sambungnya.
Bobon juga berbicara tentang bagaimana ia melihat Islam sebagai agama yang sangat terbuka dan penuh dengan kebaikan. Ia berharap dengan keputusannya untuk bersyahadat, masyarakat bisa melihat bahwa Islam tidak membeda-bedakan siapa pun, termasuk mereka yang berasal dari latar belakang etnis atau agama yang berbeda.
Baginya, pengalaman masuk Islam juga menjadi bukti bahwa siapa pun bisa diterima dalam lingkungan Muslim dengan penuh keterbukaan dan rasa persaudaraan. "Nah, jadi waktu di posisi pertama itu, ok syahadat. Syahadat seperti biasa lah ya. Nah, waktu itu saya kepikiran ini kayaknya mungkin dalam konteksnya Ustaz Derry ini mungkin supaya di video ini unik. Jadi pikirannya mengedukasi kalau menurut kita ya," ucapnya.
"Jadi seorang yang non-is diterima di lingkungan masjid. Gua berpikir begitu, karena memang tujuannya di bulan Ramadan, kita juga tahu penonton kita pasti dari segala etnis dan agama juga. Jadi Islam ini seperti ini loh. Islam ini terbuka, baik, jadi kalian jangan pernah takut. Apalagi udah seorang non-is, Chinese lagi kayak gua gini. Jadi Islam diterima kok, kalian bisa berkegiatan di sini. Semuanya diterima. Ok syahadat," lanjutnya.
Baca Juga: Bobon Santoso Diblokir Istri usai Mualaf, Kini Hubungan Kembali Membaik
Setelah prosesi syahadat pertama, Bobon melanjutkan aktivitas memasaknya yang memakan waktu cukup panjang, sebelum akhirnya ia diajak ke rumah Ustaz Derry. Di sana, ia diperkenalkan kepada istri sang ustaz dan beberapa rekannya yang berkumpul. Momen ini terasa semakin istimewa ketika ia diajak mengunjungi masjid untuk pertama kalinya setelah syahadatnya yang pertama.
"Jadi saya pakai baju pun yang memang baju konten karena begitu saya masak itu, waktunya panjang dan kotor-kotoran bajunya. Kotor sekali, namanya kita aduk-aduk, muncrat sana sini, dan kadang kita pegang bumbu tumpah-tumpah juga," sambungnya.
Bobon juga berbicara tentang bagaimana ia melihat Islam sebagai agama yang sangat terbuka dan penuh dengan kebaikan. Ia berharap dengan keputusannya untuk bersyahadat, masyarakat bisa melihat bahwa Islam tidak membeda-bedakan siapa pun, termasuk mereka yang berasal dari latar belakang etnis atau agama yang berbeda.
Baginya, pengalaman masuk Islam juga menjadi bukti bahwa siapa pun bisa diterima dalam lingkungan Muslim dengan penuh keterbukaan dan rasa persaudaraan. "Nah, jadi waktu di posisi pertama itu, ok syahadat. Syahadat seperti biasa lah ya. Nah, waktu itu saya kepikiran ini kayaknya mungkin dalam konteksnya Ustaz Derry ini mungkin supaya di video ini unik. Jadi pikirannya mengedukasi kalau menurut kita ya," ucapnya.
"Jadi seorang yang non-is diterima di lingkungan masjid. Gua berpikir begitu, karena memang tujuannya di bulan Ramadan, kita juga tahu penonton kita pasti dari segala etnis dan agama juga. Jadi Islam ini seperti ini loh. Islam ini terbuka, baik, jadi kalian jangan pernah takut. Apalagi udah seorang non-is, Chinese lagi kayak gua gini. Jadi Islam diterima kok, kalian bisa berkegiatan di sini. Semuanya diterima. Ok syahadat," lanjutnya.
Baca Juga: Bobon Santoso Diblokir Istri usai Mualaf, Kini Hubungan Kembali Membaik
Setelah prosesi syahadat pertama, Bobon melanjutkan aktivitas memasaknya yang memakan waktu cukup panjang, sebelum akhirnya ia diajak ke rumah Ustaz Derry. Di sana, ia diperkenalkan kepada istri sang ustaz dan beberapa rekannya yang berkumpul. Momen ini terasa semakin istimewa ketika ia diajak mengunjungi masjid untuk pertama kalinya setelah syahadatnya yang pertama.
Lihat Juga :