Perjuangan Mat Solar Melawan Stroke hingga Meninggal Dunia
Selasa, 18 Maret 2025 - 07:40 WIB
"Tidak, hanya berbaring di tempat tidur. Beli kasur rumah sakit agar mudah. Misalnya, kalau ayah mau makan, akan dinaikkan seperti itu," ujarnya.
Popon, sebagai anak yang selalu berada di sisi ayahnya, selalu berusaha memberikan semangat dan hiburan bagi sang ayah. Ia mencoba melatih kembali kemampuan berbicara Mat Solar dengan mengajaknya mengucapkan vokal sederhana seperti "A-I-U-E-O", meskipun upaya tersebut sering kali terbentur dengan kondisi kesehatan sang ayah yang sudah sangat lemah.
Selain tantangan dalam hal perawatan fisik, keluarga juga harus menghadapi beban finansial yang cukup besar dalam merawat Mat Solar. Popon menyadari bahwa biaya untuk menjaga kesehatan ayahnya tidaklah sedikit, namun ia menegaskan bahwa tidak ada yang lebih penting selain kesehatan orang tua yang sangat ia cintai.
"Ya, bisa dikatakan banyak hal, tentu harus menjaga ayah sampai sembuh, ya pasti akan mahal. Apa pun itu yang membuat ayah sehat, pasti akan, Insya Allah," ucapnya.
Menjelang akhir hayatnya, kondisi kesehatan Mat Solar semakin memburuk. Salah satu prosedur medis terakhir yang ia jalani adalah penanganan masalah buang air kecil di Rumah Sakit Persahabatan. Setelah prosedur tersebut selesai, Mat Solar diperbolehkan pulang tanpa perlu menjalani rawat inap, yang menunjukkan bahwa dokter masih memberikan upaya terbaik untuk menjaga kualitas hidupnya.
Meskipun perawatan utama dilakukan di rumah, Popon menegaskan bahwa ayahnya tetap mendapatkan pemeriksaan medis secara rutin untuk memastikan bahwa kondisinya tetap terpantau dengan baik. Namun, seiring dengan bertambahnya usia dan komplikasi akibat stroke yang semakin parah, kondisi kesehatan Mat Solar semakin menurun, hingga meninggal dunia di usia 62 tahun.
Jenazah Mat Solar disemayamkan di rumah duka yang berlokasi di Jalan H Saidin No. 73, Bambu Apus, Pamulang, Tangerang Selatan, sebelum akhirnya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Haji Daiman, Cimanggis, Ciputat.
Baca Juga: Mat Solar Akan Dimakamkan di TPU Haji Daiman Ciputat
Popon, sebagai anak yang selalu berada di sisi ayahnya, selalu berusaha memberikan semangat dan hiburan bagi sang ayah. Ia mencoba melatih kembali kemampuan berbicara Mat Solar dengan mengajaknya mengucapkan vokal sederhana seperti "A-I-U-E-O", meskipun upaya tersebut sering kali terbentur dengan kondisi kesehatan sang ayah yang sudah sangat lemah.
Selain tantangan dalam hal perawatan fisik, keluarga juga harus menghadapi beban finansial yang cukup besar dalam merawat Mat Solar. Popon menyadari bahwa biaya untuk menjaga kesehatan ayahnya tidaklah sedikit, namun ia menegaskan bahwa tidak ada yang lebih penting selain kesehatan orang tua yang sangat ia cintai.
"Ya, bisa dikatakan banyak hal, tentu harus menjaga ayah sampai sembuh, ya pasti akan mahal. Apa pun itu yang membuat ayah sehat, pasti akan, Insya Allah," ucapnya.
Kondisi Terakhir sebelum Meninggal Dunia
Menjelang akhir hayatnya, kondisi kesehatan Mat Solar semakin memburuk. Salah satu prosedur medis terakhir yang ia jalani adalah penanganan masalah buang air kecil di Rumah Sakit Persahabatan. Setelah prosedur tersebut selesai, Mat Solar diperbolehkan pulang tanpa perlu menjalani rawat inap, yang menunjukkan bahwa dokter masih memberikan upaya terbaik untuk menjaga kualitas hidupnya.
Meskipun perawatan utama dilakukan di rumah, Popon menegaskan bahwa ayahnya tetap mendapatkan pemeriksaan medis secara rutin untuk memastikan bahwa kondisinya tetap terpantau dengan baik. Namun, seiring dengan bertambahnya usia dan komplikasi akibat stroke yang semakin parah, kondisi kesehatan Mat Solar semakin menurun, hingga meninggal dunia di usia 62 tahun.
Jenazah Mat Solar disemayamkan di rumah duka yang berlokasi di Jalan H Saidin No. 73, Bambu Apus, Pamulang, Tangerang Selatan, sebelum akhirnya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Haji Daiman, Cimanggis, Ciputat.
Baca Juga: Mat Solar Akan Dimakamkan di TPU Haji Daiman Ciputat
(dra)
Lihat Juga :