Menjamurnya Usaha Clothing Line Selebriti
Sabtu, 05 September 2020 - 12:15 WIB
Modal awal yang dikeluarkan Prilly untuk usaha busananya yang baru diluncurkan pada 1 Mei 2020 ini sekitar Rp100 juta. Untuk mengembangkan bisnisnya, dia dibantu oleh 20 rekannya untuk proses produksi pembuatan setiap item fashion-nya. Harga yang dipatok untuk busana koleksinya pun beragam, mulai dari kisaran Rp269.000 untuk cardigan hingga di atas Rp389.000 untuk dress.
Setiap bulannya, Prilly menerapkan sistem pre-order untuk produk terbaru yang akan dikeluarkan. Rata-rata lebih dari 100 produk fashion bisa diproduksi setiap bulannya. Angka ini bisa bertambah apabila ada salah satu item fashion yang digemari para pembelinya. (Baca juga: Memanas, Rusia Bakal Gelar Latihan di Laut Mediterania)
"Hingga saat ini marketing lininya masih mengandalkan media sosial. Saya selalu memberikan semangat konsisten untuk meng-update semua produk Rubel Princess di media sosial dan website resminya," tegasnya.
Tidak hanya Prilly yang fokus pada bisnis busana bernuansa Koreanya. Vokalis grup band D'MASIV, Rian, kini menjalani bisnis fashion untuk kalangan muda yang ia beri nama The Joy of Rep. Bahkan, Rian berencana membuka kembali store keduanya pada akhir tahun nanti.
"Sebenarnya usaha busana ini, idenya sudah dari 2010 tapi waktu itu masih terbatas, pemasarannya hanya melalui media sosial. Karena melihat antusiasnya masyarakat dan bisa terjual habis, baru percaya diri untuk membuka store sendiri," tutur Rian.
Terlebih lagi, di masa pandemi Covid-19 ini, dia justru semakin fokus untuk menjalankan bisnisnya. Hal ini disebabkan banyaknya jadwal tur, manggung, dan pekerjaan lainnya yang harus tertunda lantaran pandemi. Rian pun semakin bisa leluasa untuk membuat desain brand busana miliknya.
"Tujuannya memang kalau main musik atau ngeband kan kita mentingin penampilan. Jadi saya mengembangkan bisnis ini, ya karena suka dan sesuai dengan kebutuhan keseharian," ucap Rian.
Rian tertarik terjun di bisnis ini karena banyak brand lokal yang menjamur dan bisa diterima pasar, di dalam negeri hingga ke mancanegara. Dia pun memiliki impian agar brand-nya nanti bisa ikut bersaing dengan jajaran brand lokal yang mendunia.
"Memang saya memiliki impian punya local brand yang bagus, yang bisa bersaing mungkin ke internasional tetapi tentunya harus fokus dan bekerja keras dari sekarang. Kan kebanyakan orang kita lebih bangga kalau menggunakan produk luar. Nah saya mau orang Indonesia lebih bangga kalau pakai brand lokalnya sendiri," katanya. (Baca juga: Pengusaha Wisata Bandung Tolak Rencana Bandara Husein Jadi Domestik)
Setiap bulannya, Prilly menerapkan sistem pre-order untuk produk terbaru yang akan dikeluarkan. Rata-rata lebih dari 100 produk fashion bisa diproduksi setiap bulannya. Angka ini bisa bertambah apabila ada salah satu item fashion yang digemari para pembelinya. (Baca juga: Memanas, Rusia Bakal Gelar Latihan di Laut Mediterania)
"Hingga saat ini marketing lininya masih mengandalkan media sosial. Saya selalu memberikan semangat konsisten untuk meng-update semua produk Rubel Princess di media sosial dan website resminya," tegasnya.
Tidak hanya Prilly yang fokus pada bisnis busana bernuansa Koreanya. Vokalis grup band D'MASIV, Rian, kini menjalani bisnis fashion untuk kalangan muda yang ia beri nama The Joy of Rep. Bahkan, Rian berencana membuka kembali store keduanya pada akhir tahun nanti.
"Sebenarnya usaha busana ini, idenya sudah dari 2010 tapi waktu itu masih terbatas, pemasarannya hanya melalui media sosial. Karena melihat antusiasnya masyarakat dan bisa terjual habis, baru percaya diri untuk membuka store sendiri," tutur Rian.
Terlebih lagi, di masa pandemi Covid-19 ini, dia justru semakin fokus untuk menjalankan bisnisnya. Hal ini disebabkan banyaknya jadwal tur, manggung, dan pekerjaan lainnya yang harus tertunda lantaran pandemi. Rian pun semakin bisa leluasa untuk membuat desain brand busana miliknya.
"Tujuannya memang kalau main musik atau ngeband kan kita mentingin penampilan. Jadi saya mengembangkan bisnis ini, ya karena suka dan sesuai dengan kebutuhan keseharian," ucap Rian.
Rian tertarik terjun di bisnis ini karena banyak brand lokal yang menjamur dan bisa diterima pasar, di dalam negeri hingga ke mancanegara. Dia pun memiliki impian agar brand-nya nanti bisa ikut bersaing dengan jajaran brand lokal yang mendunia.
"Memang saya memiliki impian punya local brand yang bagus, yang bisa bersaing mungkin ke internasional tetapi tentunya harus fokus dan bekerja keras dari sekarang. Kan kebanyakan orang kita lebih bangga kalau menggunakan produk luar. Nah saya mau orang Indonesia lebih bangga kalau pakai brand lokalnya sendiri," katanya. (Baca juga: Pengusaha Wisata Bandung Tolak Rencana Bandara Husein Jadi Domestik)
Lihat Juga :