Ajak Bangkitkan Pariwisata, Kemenparekraf Luncurkan Protokol K4 di Daya Tarik Wisata

Minggu, 06 September 2020 - 06:19 WIB
Tangkapan layar moderator webinar Lebih Jauh Kampanye Indonesia Care & Protokol K4 Di Daya Tarik Wisata. Foto/Istimewa
JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) meluncurkan sekaligus mensosialisasikan Panduan Protokol K4 di Daya Tarik Wisata dan Homestay kepada asosiasi, pelaku industri, dan peserta webinar bertajuk “Lebih Jauh Kampanye Indonesia Care & Protokol K4 Di Daya Tarik Wisata” pada Jumat (4/9).

Staf Ahli Menteri Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Kemenparekraf Frans Teguh menyampaikan, seiring mulai melonggarnya pembatasan sosial, pemerintah melihat fenomena baik di mana destinasi wisata dan taman-taman rekreasi sudah kembali dibuka dan menerima pengunjung, khususnya di akhir pekan, dan mulai ada pergerakan orang untuk berwisata. (Baca Juga: 10 Tips Melancong Aman, Protokol Kesehatan Terjaga )



"Oleh karenanya begitu penting untuk mencermati dan memastikan penerapan protokol kesehatan, kebersihan, dan keselamatan secara baik di tempat-tempat ini. Kami begitu mengapresiasi pengelola daya tarik wisata yang sudah memiliki kesadaran yang baik dalam menerapkan protokolnya," ujar Frans melalui keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, kemarin (5/9).

Frans menambahkan bahwa kampanye Indonesia Care dalam penerapannya harus memperlihatkan bentuk kepedulian bangsa Indonesia kepada kesehatan, kebersihan, dan keselamatan masyarakat serta pelaku industri destinasi wisata itu sendiri. Pengelola taman rekreasi dan atraksi wisata diharapkan juga mampu untuk mengembangkan rekayasa teknis dan inovasi dalam pelayanan.

Sementara itu (PLT) Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, Bali, Cokorda Raka Darmawan mengatakan, Bali telah mempersiapkan diri untuk kehidupan dengan tatanan baru demi kembali bergeraknya ekonomi dan pariwisata serta upaya antisipasi penyebaran COVID-19 serta keselamatan masyarakat secara umum.

Kajian untuk mempersiapkan ini telah dilakukan sejak Juni lalu. Dan pada Juli 2020, untuk tahap awal Bali mulai membuka kegiatan pariwisata khusus bagi masyarakat Bali sendiri, dan baru di akhir Juli lalu dibuka untuk wisatawan Nusantara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!