Cinta Laura Prihatin Marak Kasus Pelecehan Seksual: Aku Sakit Hati
Minggu, 20 April 2025 - 14:00 WIB
"Mau orang pakai baju apa, lagi di mana, atau berperilaku kayak gimana pun itu bukan salah korban. Yang salah, orang yang milih buat melanggar keamanan dan hak asasi orang lain," ungkapnya.
Pemilik nama asli Cinta Laura Kiehl itu menyerukan agar sistem perlindungan terhadap pelaku pelecehan dihentikan. Ia menekankan pentingnya keadilan yang merata, tanpa memandang latar belakang atau status sosial seseorang.
Baca Juga: Kehilangan Keluarga, Cinta Laura Ungkap Alasan di Balik Misi Balas Dendam dalam Series Terbarunya!
"Sudah saatnya kita setop sistem yang ngelindungin pelaku. Nggak ada satu orang pun, mau dia kaya, punya jabatan, punya banyak koneksi penting, yang bisa dan boleh lolos dari konsekuensi melakukan tindakan ilegal apa pun," ucapnya.
"Aku harap kita semua bisa pelan-pelan ngeberaniin diri untuk nggak diam aja. Kalau kamu lihat ada yang nggak beres, speak up. Aku mau kita balikin keadaan," sambungnya.
Dalam penutup pernyataannya, perempuan kelahiran 17 Agustus 1993 ini mengajak masyarakat untuk lebih berani bersuara dan bertindak jika melihat ketidakadilan. Ia juga membagikan prinsip 5D sebagai langkah awal untuk melawan pelecehan yakni dialihkan, dilaporkan, didokumentasikan, ditegur, dan ditenangkan.
"Memang nggak ada satu solusi yang bisa mengubah situasi ini secara instan. Tapi sebagai permulaan, aku mau ngingetin soal prinsip 5D, dialihkan, dilaporkan, dokumentasikan, ditegur, dan ditenangkan," pungkasnya.
Pemilik nama asli Cinta Laura Kiehl itu menyerukan agar sistem perlindungan terhadap pelaku pelecehan dihentikan. Ia menekankan pentingnya keadilan yang merata, tanpa memandang latar belakang atau status sosial seseorang.
Baca Juga: Kehilangan Keluarga, Cinta Laura Ungkap Alasan di Balik Misi Balas Dendam dalam Series Terbarunya!
"Sudah saatnya kita setop sistem yang ngelindungin pelaku. Nggak ada satu orang pun, mau dia kaya, punya jabatan, punya banyak koneksi penting, yang bisa dan boleh lolos dari konsekuensi melakukan tindakan ilegal apa pun," ucapnya.
"Aku harap kita semua bisa pelan-pelan ngeberaniin diri untuk nggak diam aja. Kalau kamu lihat ada yang nggak beres, speak up. Aku mau kita balikin keadaan," sambungnya.
Dalam penutup pernyataannya, perempuan kelahiran 17 Agustus 1993 ini mengajak masyarakat untuk lebih berani bersuara dan bertindak jika melihat ketidakadilan. Ia juga membagikan prinsip 5D sebagai langkah awal untuk melawan pelecehan yakni dialihkan, dilaporkan, didokumentasikan, ditegur, dan ditenangkan.
"Memang nggak ada satu solusi yang bisa mengubah situasi ini secara instan. Tapi sebagai permulaan, aku mau ngingetin soal prinsip 5D, dialihkan, dilaporkan, dokumentasikan, ditegur, dan ditenangkan," pungkasnya.
(dra)