Idap Sindrom Fowler, Wanita 27 Tahun Ini Tidak Bisa Buang Air Kecil selama 6 Tahun
Selasa, 22 April 2025 - 09:00 WIB
"Saat itu saya benar-benar merasa saya akan meninggal," katanya mengenang masa-masa kritis tersebut.
Anna sempat mengikuti uji klinis pada tahun 2020 untuk alat pacu saraf sakral, perangkat yang diharapkan mampu membantu otak mengirim sinyal ke kandung kemih. Namun, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa fungsi kandung kemihnya terlalu rendah untuk melanjutkan prosedur tersebut.
Meskipun kondisi fisiknya membatasi banyak hal dalam hidupnya, Anna kini lebih aktif menyuarakan pentingnya edukasi tentang kondisi langka ini. Ia berharap pengalamannya bisa membuka mata banyak orang tentang sindrom fowler, yang umumnya hanya menyerang perempuan dan masih dianggap tabu untuk dibicarakan, terutama soal gangguan buang air kecil.
Baca Juga: Mengenal PCOS dan Penyebabnya, Sindrom Hormonal yang Dialami 1 dari 10 Wanita
"Semoga dengan saya berbicara, ada orang lain di luar sana yang merasa tidak sendirian. Saya ingin membantu orang lain untuk memahami bahwa kondisi ini nyata dan sangat memengaruhi kehidupan seseorang,” tuturnya.
Kini, Anna masih dalam pengawasan tim manajemen nyeri dan menjalani perawatan lanjutan untuk menjaga kualitas hidupnya.
Meski perjalanan kesehatannya penuh tantangan, ia bertekad untuk terus menyuarakan pengalaman pribadi dan memperjuangkan peningkatan kesadaran terhadap kondisi langka yang selama ini kurang diperhatikan.
Anna sempat mengikuti uji klinis pada tahun 2020 untuk alat pacu saraf sakral, perangkat yang diharapkan mampu membantu otak mengirim sinyal ke kandung kemih. Namun, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa fungsi kandung kemihnya terlalu rendah untuk melanjutkan prosedur tersebut.
Meskipun kondisi fisiknya membatasi banyak hal dalam hidupnya, Anna kini lebih aktif menyuarakan pentingnya edukasi tentang kondisi langka ini. Ia berharap pengalamannya bisa membuka mata banyak orang tentang sindrom fowler, yang umumnya hanya menyerang perempuan dan masih dianggap tabu untuk dibicarakan, terutama soal gangguan buang air kecil.
Baca Juga: Mengenal PCOS dan Penyebabnya, Sindrom Hormonal yang Dialami 1 dari 10 Wanita
"Semoga dengan saya berbicara, ada orang lain di luar sana yang merasa tidak sendirian. Saya ingin membantu orang lain untuk memahami bahwa kondisi ini nyata dan sangat memengaruhi kehidupan seseorang,” tuturnya.
Kini, Anna masih dalam pengawasan tim manajemen nyeri dan menjalani perawatan lanjutan untuk menjaga kualitas hidupnya.
Meski perjalanan kesehatannya penuh tantangan, ia bertekad untuk terus menyuarakan pengalaman pribadi dan memperjuangkan peningkatan kesadaran terhadap kondisi langka yang selama ini kurang diperhatikan.
(dra)
Lihat Juga :