JessC Sang Dokter yang Ukir Nada di Belantika Musik Indonesia lewat Dekati
Senin, 05 Mei 2025 - 12:06 WIB
Di luar profesinya sebagai penyanyi, JessC berkiprah sebagai konsultan nutrisi, penulis buku, pelatih bela diri, dan dermawan, menjembatani dunia seni dan sains dengan dedikasi penuh.
Sebagai musisi, JessC telah merilis berbagai album yang berhasil masuk dalam berbagai tangga lagu internasional, dengan gaya musik yang mencakup rock, pop, hingga balada emosional dan kini, melalui “Dekati”, ia siap memperluas pengaruhnya di Indonesia, menghadirkan sisi pop yang lebih menyentuh dan inspiratif.
Dirilis pertama kali di Malaysia pada 10 Maret 2025, “Dekati” langsung mencuri perhatian. Dalam hitungan minggu, video musiknya mencatat lebih dari satu juta penayangan di YouTube, memperlihatkan antusiasme besar dari para pendengar, dan kini siap menggebrak pasar musik Indonesia.
Single ini mengusung kombinasi dinamis antara dance-pop, rock, dan synthwave. Melalui lirik yang penuh kekuatan dan semangat perubahan, JessC menyampaikan pesan keberanian: “Dulu lari, kini dekati! Dulu takut, kini ku berani!”
“Aku percaya bahwa musik tak mengenal batas. Saat kita berani untuk ‘mendekat’—atau ‘dekati’—kita bisa menembus tembok dan membangun koneksi yang tulus.”kata dia dalam keterangannya, belum lama ini.
Sebagai musisi, JessC telah merilis berbagai album yang berhasil masuk dalam berbagai tangga lagu internasional, dengan gaya musik yang mencakup rock, pop, hingga balada emosional dan kini, melalui “Dekati”, ia siap memperluas pengaruhnya di Indonesia, menghadirkan sisi pop yang lebih menyentuh dan inspiratif.
Dirilis pertama kali di Malaysia pada 10 Maret 2025, “Dekati” langsung mencuri perhatian. Dalam hitungan minggu, video musiknya mencatat lebih dari satu juta penayangan di YouTube, memperlihatkan antusiasme besar dari para pendengar, dan kini siap menggebrak pasar musik Indonesia.
Single ini mengusung kombinasi dinamis antara dance-pop, rock, dan synthwave. Melalui lirik yang penuh kekuatan dan semangat perubahan, JessC menyampaikan pesan keberanian: “Dulu lari, kini dekati! Dulu takut, kini ku berani!”
“Aku percaya bahwa musik tak mengenal batas. Saat kita berani untuk ‘mendekat’—atau ‘dekati’—kita bisa menembus tembok dan membangun koneksi yang tulus.”kata dia dalam keterangannya, belum lama ini.
Lihat Juga :