Peduli Kesehatan Anak, Sun Life Indonesia Donasi Peralatan Basket ke 30 Sekolah

Jum'at, 09 Mei 2025 - 11:42 WIB
Chief Client Officer Sun Life Indonesia Kah Jing Lee mengatakan, melalui Hoops + Health, perusahaan ingin memastikan bahwa setiap anak Indonesia memiliki kesempatan untuk bergerak, bermain, dan tumbuh menjadi pribadi yang sehat dan percaya diri. Hal ini sejalan dengan komitmen Sun Life Indonesia membangun komunitas yang lebih sehat di mana pun merela berada. "Sebagai bagian dari perayaan 30 tahun kami, kami ingin memberikan kontribusi yang berdampak nyata bagi masa depan Indonesia," katanya dalam siaran pers, Jumat (9/5/2025).

Melalui program Hoops + Health, Sun Life Indonesia tidak hanya memberikan donasi peralatan seperti bola basket, ring basket, rompi, dan cones, tetapi juga menghadirkan program Training of Trainers (ToT) untuk melatih para pelatih berbasis komunitas. Upaya ini bertujuan menciptakan dampak berkelanjutan, memastikan lebih banyak anak-anak mendapat bimbingan untuk hidup sehat dan aktif.

Diluncurkan pada 2023, Hoops + Health merupakan inisiatif regional yang memanfaatkan olahraga basket untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental anak-anak dan remaja di enam negara Asia. Indonesia, Hong Kong, Malaysia, Filipina, Vietnam, dan Singapura. Baca juga: Survei Sun Life: Perempuan di Indonesia Lebih Aman secara Finansial Namun...

Program ini berfokus pada tiga pilar utama. Pertama, meningkatkan akses aktivitas fisik melalui revitalisasi fasilitas olahraga dan donasi peralatan basket. Kedua, mendorong keterlibatan komunitas dengan melatih pelatih komunitas dan memperkuat program edukasi kesehatan berbasis olahraga. Ketiga, menginspirasi generasi muda dengan menyediakan lebih banyak sesi pelatihan basket gratis untuk anak-anak dan remaja.

“Memastikan masa depan yang lebih cerah bagi generasi mendatang membutuhkan dukungan dari segala pihak, dan kami ingin mengambil peran dalam membuat dampak positif. Sun Life telah menginvestasikan CAD 2,5 juta dengan target menjangkau lebih dari 45.000 anak-anak di Asia hingga akhir tahun 2025,” tuturnya.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!