12 Jenis Pisang Terbaik di Dunia, Nomor 4 dari Indonesia

Jum'at, 16 Mei 2025 - 07:00 WIB
Goldfinger adalah varietas hibrida hasil pemuliaan oleh Yayasan Penelitian Pertanian Honduras (FHIA) untuk meningkatkan ketahanan terhadap penyakit seperti Panama dan Black Sigatoka. Varietas ini menjadi alternatif penting bagi pisang Cavendish yang rentan terhadap hama dan penyakit.

Pisang Goldfinger memiliki ukuran sedang dengan kulit kuning cerah saat matang, serta masa simpan yang baik meski pematangannya lebih lambat. Rasa pisangnya sedikit asam dengan sentuhan apel atau stroberi, dan teksturnya padat, menjadikannya nikmat dimakan langsung maupun diolah dalam berbagai hidangan.

9. Burro (Meksiko)



Foto/Livestrong

Burro adalah varietas pisang unik asal Meksiko yang memiliki bentuk lebih pendek, tebal, dan agak persegi dibandingkan pisang Cavendish. Saat matang, kulitnya berwarna kuning cerah dengan bintik hitam, dan daging buahnya padat serta bertekstur bertepung. Ciri khas utama pisang ini adalah rasanya yang sedikit asam, menyerupai lemon, berbeda dari pisang pada umumnya yang manis.

Pisang Burro serbaguna untuk dikonsumsi mentah maupun dimasak, cocok sebagai camilan segar atau bahan masakan. Selain di Meksiko, pisang ini juga dibudidayakan di Amerika Tengah, Karibia, dan beberapa wilayah tropis di Amerika Serikat.

10. Latundan (Filipina)



Foto/Shutterstock via TasteAtlas

Latundan adalah varietas hibrida asal Filipina yang juga populer di Asia Tenggara dan India. Ukurannya lebih kecil dari pisang Cavendish, dengan kulit tipis dan panjang sekitar 10–12,5 cm. Daging buahnya lembut dan manis dengan sentuhan rasa apel dan stroberi, sehingga sering disebut “pisang apel”.

Kaya akan vitamin C, kalium, dan serat, pisang Latundan menjadi pilihan camilan sehat. Pisang ini biasanya disantap segar, tetapi juga cocok untuk hidangan penutup dan masakan manis lainnya berkat cita rasanya yang khas.

11. Gros Michel (Karibia dan Jamaika)



Foto/Shutterstock via TasteAtlas

Gros Michel, dikenal juga sebagai “Big Mike,” merupakan varietas pisang utama yang diekspor ke Amerika dan Eropa pada paruh pertama abad ke-20. Pisang ini terkenal karena ukurannya yang besar, kulitnya yang tebal, dan rasa yang lebih manis serta beraroma dibanding pisang Cavendish. Keunggulannya dalam daya tahan selama pengangkutan menjadikannya favorit pasar global hingga 1950-an.

Namun, varietas ini akhirnya tergeser akibat serangan penyakit Panama yang disebabkan oleh jamur tanah Fusarium, yang menghancurkan banyak perkebunan di Amerika Tengah dan Selatan. Sebagai penggantinya, pisang Cavendish diadopsi karena lebih tahan terhadap penyakit tersebut, meskipun kini juga menghadapi ancaman dari jenis jamur yang sama.

12. Blue Java (Asia Tenggara)



Foto/Fine Dining Lovers

Blue Java, atau dikenal sebagai “pisang es krim”, adalah varietas unik dengan kulit biru saat mentah yang berubah menjadi kuning pucat saat matang. Dikenal karena teksturnya yang lembut dan rasa mirip vanili, pisang ini berasal dari Asia Tenggara dan banyak dibudidayakan di wilayah Pasifik seperti Hawaii, Fiji, dan Filipina.

Blue Java tahan terhadap suhu dingin, cocok untuk daerah subtropis, dan berukuran sedang hingga besar. Pisang ini populer untuk dikonsumsi segar maupun digunakan dalam smoothie, makanan penutup, dan kue. Secara nutrisi, Blue Java kaya akan vitamin C, B6, kalium, magnesium, serta serat yang baik untuk kesehatan.

Baca Juga: 5 Makanan Indonesia Masuk Daftar Hidangan Terbaik di Dunia, Rawon Geser Rendang
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!