Inovasi Pengobatan Kanker Pankreas, Perkembangan Terkini yang Menjanjikan
Minggu, 18 Mei 2025 - 19:30 WIB
Menurut Globocan 2018, diperkirakan terdapat 4.940 kasus baru kanker pankreas di Indonesia, dengan 4.812 kematian akibat penyakit tersebut. “Ini kanker yang paling ditakuti. Sulit diobati, pasien sering kali datang terlambat, dan penderitaan yang ditimbulkannya sangat besar karena nyeri. Nyeri muncul akibat kanker di pancreas, penyebaran kanker di empedu sehingga menimbulkan sumbatan, kanker di prostat, maupun kanker di tulang,” papar Prof. Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD-KHOM, FINASIM, FACP.
Dijelaskan oleh Prof. Aru, 95% kanker pankreas berhubungan dengan faktor lingkungan, kebiasaan sehari-hari, dan pola makan. “Selain itu, risiko kanker pancreas juga meningkat pada mereka dengan diabetes. Karenanya pada pasien diabetes, gula harus dikontrol dengan baik,” tegas Prof. Aru.
Pengobatan kanker pankreas sangat menantang. Sulit ditemukan pada stadium dini karena hampir tidak ada modalitas untuk mendeteksi kanker pancreas secara dini. “Kalau kanker payudara ada mamografi, kanker serviks ada Pap smear, kanker prostat ada PSA. Sedangkan kanker pankreas, sulit dideteksi dini dengan USG maupun CT scan. Pilihannya mungkin MRI, tapi siapa yang mau periksa MRI kalau tidak ada keluhan apa-apa?” tutur Prof. Aru.
Pengobatan Terkini Kanker Pankreas
Secara umum, ada tiga jenis pengobatan kanker: lokal (tumor diambil melalui operasi ataupun dihilangkan dengan radioterapi), regional (modifikasi atau perubahan struktur melalui endoskopi), dan sistemik (pemberian obat melalui aliran darah) misalnya dengan kemoterapi, terapi target, dan imunoterapi. “Bila ditemukan dalam stadium dini, kita masih bisa mengharapkan kanker terkendali. Namun pada stadium lanjut, maka pilihan pengobatan hanya regional atau sistemik, untuk meringankan penderitaan,” ujar Prof. Aru.
Dijelaskan oleh Prof. Aru, 95% kanker pankreas berhubungan dengan faktor lingkungan, kebiasaan sehari-hari, dan pola makan. “Selain itu, risiko kanker pancreas juga meningkat pada mereka dengan diabetes. Karenanya pada pasien diabetes, gula harus dikontrol dengan baik,” tegas Prof. Aru.
Pengobatan kanker pankreas sangat menantang. Sulit ditemukan pada stadium dini karena hampir tidak ada modalitas untuk mendeteksi kanker pancreas secara dini. “Kalau kanker payudara ada mamografi, kanker serviks ada Pap smear, kanker prostat ada PSA. Sedangkan kanker pankreas, sulit dideteksi dini dengan USG maupun CT scan. Pilihannya mungkin MRI, tapi siapa yang mau periksa MRI kalau tidak ada keluhan apa-apa?” tutur Prof. Aru.
Pengobatan Terkini Kanker Pankreas
Secara umum, ada tiga jenis pengobatan kanker: lokal (tumor diambil melalui operasi ataupun dihilangkan dengan radioterapi), regional (modifikasi atau perubahan struktur melalui endoskopi), dan sistemik (pemberian obat melalui aliran darah) misalnya dengan kemoterapi, terapi target, dan imunoterapi. “Bila ditemukan dalam stadium dini, kita masih bisa mengharapkan kanker terkendali. Namun pada stadium lanjut, maka pilihan pengobatan hanya regional atau sistemik, untuk meringankan penderitaan,” ujar Prof. Aru.
Lihat Juga :