Profil Ibrahim Sjarief Assegaf, Suami Najwa Shihab

Selasa, 20 Mei 2025 - 16:16 WIB
Pada 2009, Ibrahim melanjutkan studinya di The University of Melbourne, Australia, dan berhasil meraih gelar Master of Laws (LL.M) melalui program beasiswa Australian Development Scholarship. Keahliannya terus diasah melalui pengalaman akademik dan riset di luar negeri.

Tak hanya itu, ia pernah menjadi research fellow dalam program East Asian Legal Studies di Harvard Law School pada 2002–2003—sebuah prestasi yang mencerminkan kapasitasnya sebagai pemikir hukum global.

Kiprah Profesional dan Kontribusi dalam Dunia Hukum



Dalam dunia praktik hukum, Ibrahim Sjarief dikenal sebagai Partner di firma hukum Assegaf Hamzah & Partners, salah satu firma terkemuka di Indonesia. Di sana, ia menekuni bidang-bidang strategis seperti perbankan dan keuangan, restrukturisasi usaha dan hutang, serta proyek infrastruktur.

Kepakarannya membuat namanya diakui dalam berbagai publikasi hukum internasional. Ia pernah tercatat sebagai Band 3 in Banking and Finance versi Chambers and Partners Asia Pacific untuk tahun 2017–2018. Di tahun yang sama, Legal500 Asia Pacific juga mencatatnya dalam kategori Banking & Finance, Projects & Energy, Restructuring & Insolvency, dan Aviation.

Baca Juga: Kabar Duka, Ibrahim Sjarief Suami Najwa Shihab Meninggal Dunia

Aktif di Dunia Pendidikan dan Akademik



Di samping kesibukannya sebagai praktisi hukum, Ibrahim juga membagikan ilmunya sebagai pengajar di Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, lembaga pendidikan hukum yang dikenal dengan pendekatan kritis dan progresif.

Sebagai dosen, ia dikenal mendalam, lugas, dan membumi. Para mahasiswanya mengenang Ibrahim sebagai figur inspiratif yang tak hanya mengajarkan teori, tetapi juga mengaitkannya dengan realitas sosial dan praktik hukum kontemporer.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!