Rafachel Buktikan Penyandang Asperger Bisa Percaya Diri dan Berprestasi

Kamis, 22 Mei 2025 - 17:00 WIB
"Saya nggak sendirian. Di balik layar ada editor yang memastikan kualitas visual tetap profesional, penata suara yang menjaga audio tetap jernih dan berkarakter, desainer grafis yang memperkuat identitas visual, hingga analis data yang memantau perkembangan performa konten secara berkala," terangnya.

"Bukan itu saja, ada juga yang fokus pada riset tren konten, penulisan naskah, pengelolaan komunitas, dan strategi pertumbuhan kanal digital," sambungnya.

Tapi perjalanan Rafachel nggak berhenti di situ. Ia mulai menyelami dunia musik sebagai cara berekspresi yang lebih dalam. Buat Rafachel, musik itu semacam terjemahan dari isi hatinya. “Musik adalah bahasa hati saya,” katanya di salah satu wawancara.

Rafachel pernah bilang, sejak kecil dia udah ngerasa beda. Nggak nyaman di lingkungan sekolah formal, dia lebih milih belajar sendiri lewat internet.

Dari situlah ketertarikannya pada teknologi dan konten digital berkembang. Bahkan sempat bikin tiga aplikasi yang dirilis di Play Store. Bukannya nunggu dunia berubah buat nerima dia, Rafachel justru adaptasi duluan dan bikin jalannya sendiri.

Yang bikin orang makin salut, meskipun punya keterbatasan dalam komunikasi sosial, Rafachel tetap aktif ngajak audiensnya untuk berani cerita dan berkarya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!