Kasus Covid-19 di India Naik Imbas Varian Baru, Banyak yang Rasakan Gejala Sakit Tenggorokan
Jum'at, 23 Mei 2025 - 14:40 WIB
Peningkatan ini sebagian besar disebabkan oleh penyebaran cepat dua subvarian baru yaitu LF.7 dan NB.1.8, yang merupakan turunan dari varian JN.1—sebuah subvarian dari Omicron. WHO saat ini mengklasifikasikan JN.1 sebagai variant under monitoring, menandakan perlunya perhatian lebih meski belum dikategorikan sebagai varian berbahaya.
Di sisi lain, para pakar menyebut lonjakan ini disebabkan oleh beberapa faktor:
1. Menurunnya kekebalan populasi seiring waktu, baik dari infeksi sebelumnya maupun vaksinasi.
2. Peningkatan mobilitas dan interaksi sosial masyarakat.
3. Pelonggaran protokol kesehatan, seperti tidak lagi menggunakan masker atau menjaga jarak.
4. Efek musiman, yang secara alami memengaruhi penyebaran virus.
Sementara itu, Singapura mencatat peningkatan infeksi sebesar 28 persen dalam pekan yang berakhir pada 3 Mei. Sedangkan tingkat tes positif Covid-19 di Hong Kong melonjak dari 6,21 persen menjadi 13,66 persen dalam empat minggu terakhir. Jumlah ini menandakan penyebaran yang sangat cepat.
Di sisi lain, para pakar menyebut lonjakan ini disebabkan oleh beberapa faktor:
1. Menurunnya kekebalan populasi seiring waktu, baik dari infeksi sebelumnya maupun vaksinasi.
2. Peningkatan mobilitas dan interaksi sosial masyarakat.
3. Pelonggaran protokol kesehatan, seperti tidak lagi menggunakan masker atau menjaga jarak.
4. Efek musiman, yang secara alami memengaruhi penyebaran virus.
Sementara itu, Singapura mencatat peningkatan infeksi sebesar 28 persen dalam pekan yang berakhir pada 3 Mei. Sedangkan tingkat tes positif Covid-19 di Hong Kong melonjak dari 6,21 persen menjadi 13,66 persen dalam empat minggu terakhir. Jumlah ini menandakan penyebaran yang sangat cepat.
Lihat Juga :