Pangeran William Mulai Terbuka untuk Memaafkan Harry, tapi Ada Syaratnya

Minggu, 25 Mei 2025 - 07:00 WIB
Foto/Newsweek

Penampilan publik terbaru Harry dalam wawancara bersama BBC tampaknya memperburuk ketegangan yang sudah ada. Dalam wawancara itu, ia menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap keputusan kerajaan Inggris mengenai pengurangan keamanan pribadinya, dan menyebut bahwa ayahnya, Raja Charles III, tidak lagi berbicara dengannya.

Walau Harry menyatakan keinginannya untuk berdamai, komentarnya justru dinilai menyakitkan, terutama bagi William. Meskipun kata “maaf” terdengar seperti awal yang baik, orang-orang terdekat keluarga kerajaan menegaskan bahwa kerusakan terbesar bukan sekadar pada reputasi, melainkan pada kepercayaan.

William sebagai penerus takhta selanjutnya diyakini tidak akan melangkah ke arah pemulihan hubungan jika tidak ada jaminan kuat dari Harry bahwa masalah internal keluarga tidak lagi akan diumbar ke publik.

“Saya rasa tidak ada satu pun anggota keluarga yang benar-benar mempercayainya saat ini. Dan di situlah letak masalahnya,” ujar seorang sumber kerajaan kepada Page Six.

Baca Juga: Pangeran William Minta Bantuan Pemerintah untuk Singkirkan Harry-Meghan dari Garis Suksesi

“Permasalahannya adalah kepercayaan. Mereka merasa dikhianati oleh Harry dan Meghan, dan karena itu, meskipun ada peluang untuk memaafkan, melupakan sepenuhnya bukanlah sesuatu yang realistis,” tambahnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!