AstraZeneca dan Kemenkes Perkuat Sinergi Atasi Penyakit Tidak Menular
Rabu, 28 Mei 2025 - 08:00 WIB
Asma dan PPOK merupakan bagian dari penyakit saluran napas kronis yang memberikan beban kesehatan yang signifikan. Menurut data WHO, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) menjadi penyebab kematian keempat tertinggi di dunia, dengan 3,5 juta kematian pada tahun 2021—sekitar 5 persen dari total kematian global. Di Indonesia, survei BPJS tahun 2024 mencatat hampir 19 juta pasien PPOK yang secara rutin menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara itu, data Survei Kesehatan Indonesia 2023 menunjukkan bahwa 58,3 persen penderita asma mengalami kekambuhan dalam 12 bulan terakhir.
Penanganan penyakit tidak menular seperti asma dan PPOK masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan sistem deteksi dini, kurangnya sumber daya manusia, serta belum meratanya akses layanan kesehatan, terutama di wilayah terpencil.
Di tengah tantangan tersebut, fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti Puskesmas memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam edukasi, deteksi dini, dan pengelolaan PTM secara holistik. Untuk memperkuat respons nasional terhadap PTM, Kementerian Kesehatan telah meluncurkan berbagai inisiatif, termasuk penyediaan layanan skrining kesehatan gratis melalui BPJS Kesehatan untuk 14 jenis penyakit. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini dan mempercepat intervensi medis yang diperlukan.
Melalui kemitraan yang kuat antara AstraZeneca dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, diharapkan upaya penanganan penyakit tidak menular dapat berjalan lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan. Kolaborasi ini bukan sekadar memperkuat layanan kesehatan, tetapi juga menggerakkan perubahan positif dalam pola hidup masyarakat, menuju masa depan yang lebih sehat dan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia.
Penanganan penyakit tidak menular seperti asma dan PPOK masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan sistem deteksi dini, kurangnya sumber daya manusia, serta belum meratanya akses layanan kesehatan, terutama di wilayah terpencil.
Di tengah tantangan tersebut, fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti Puskesmas memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam edukasi, deteksi dini, dan pengelolaan PTM secara holistik. Untuk memperkuat respons nasional terhadap PTM, Kementerian Kesehatan telah meluncurkan berbagai inisiatif, termasuk penyediaan layanan skrining kesehatan gratis melalui BPJS Kesehatan untuk 14 jenis penyakit. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini dan mempercepat intervensi medis yang diperlukan.
Melalui kemitraan yang kuat antara AstraZeneca dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, diharapkan upaya penanganan penyakit tidak menular dapat berjalan lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan. Kolaborasi ini bukan sekadar memperkuat layanan kesehatan, tetapi juga menggerakkan perubahan positif dalam pola hidup masyarakat, menuju masa depan yang lebih sehat dan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia.
(dra)
Lihat Juga :