Kisah Sukses Intresse: Menenun Budaya dalam Mode bersama Shopee, Inspirasi Usia Muda

Jum'at, 30 Mei 2025 - 17:40 WIB
Namun semua mulai berubah ketika sang pendiri, Fanny Kurniawan, mendapat ‘hibah’ tak terduga yakni setumpuk stok baju pria dari adiknya yang sempat memulai produksi kecil-kecilan. Alih-alih membiarkan barang-barang itu menumpuk, Fanny melihat peluang bisnis di tahun 2001. Ia mulai memasarkan koleksi tersebut ke pameran, toko daerah, hingga department store Yogya dan Pasaraya Blok M. Bermula dari celana panjang, kaos, hingga kemeja pria kasual, Intresse mulai tumbuh sebagai brand sendiri.

Strategi awal Intresse dalam mengembangkan brand masih fokus pada penguatan brand di pasar offline dengan koleksi yang juga terbatas. Namun, transformasi signifikan terjadi pada 2012 ketika Intresse untuk pertama kalinya tampil di runway melalui ajang Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Jawa Barat dan mulai serius menggarap lini fashion yang mengedepankan identitas budaya lokal.

Sejak saat itu, Intresse tak hanya memproduksi untuk kebutuhan musiman, tapi secara konsisten merancang koleksi busana modest wear sepanjang tahun. Dengan dukungan kekuatan produksi in-house, riset dan pengembangan material sendiri, serta kontrol penuh atas kualitas tekstil, Intresse pelan-pelan membangun fondasi yang kokoh untuk mewujudkan visi mereka menjadi brand lokal modest wear ternama di Indonesia.

Tingkatkan Daya Saing Melalui Eksistensi Digital Bersama Shopee

Setelah menyelesaikan studinya di RMIT University Australia dan menimba pengalaman di industri ritel global, Susanne Melvina pulang ke Indonesia pada awal 2022 dengan semangat dan visi besar sebagai perempuan muda dengan visi besar sebagai penerus usaha keluarga. Ia melihat peluang untuk membawa Intresse ke level berikutnya melalui kekuatan teknologi dan digitalisasi, sesuatu yang ia nilai krusial agar brand lokal bisa bersaing di era modern. Meski mengakui dirinya bukan ahli digital marketing, Susanne justru menjadikan keterbatasan itu sebagai alasan untuk terus belajar dan berkembang. Dengan semangat tinggi, ia membentuk tim digital khusus dan mulai menjelajahi ekosistem digital secara lebih dalam.

Langkah besar pertama yang ia ambil adalah membuka toko resmi Intresse di berbagai platform e-commerce, termasuk Shopee Mall, yang secara efektif memperluas jangkauan dan pangsa pasar Intresse ke taraf nasional.Susanne mengatakan, “Produk kami bisa terjual dari Aceh sampai Papua. Platform Shopee ibarat etalase raksasa di genggaman tiap orang. Melalui Shopee, kami bisa hadir di kota-kota yang bahkan belum pernah kami kunjungi secara fisik.”

Sebagai bagian dari generasi digital-native, Susanne tak hanya memanfaatkan kehadiran di e-commerce sebagai etalase pasif. Ia aktif mengeksplorasi berbagai fitur interaktif Shopee untuk mendekatkan brand Intresse dengan konsumen, salah satunya melalui Shopee Live. Platform live streaming ini memberikan ruang bagi Intresse untuk berinteraksi secara real-time, memperkenalkan keunggulan produk secara langsung, dan menciptakan pengalaman berbelanja yang lebih personal. Dari segi bisnis, dampak dari fitur live streaming juga terlihat nyata, di momen besar seperti bulan Ramadan tahun ini, peningkatan penjualan Intresse melalui Shopee Live bisa mencapai 4 kali lipat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!