Ini Risiko Kesehatan Serius jika Anak Masuk Sekolah Jam 6 Pagi seperti Usulan Dedi Mulyadi
Selasa, 03 Juni 2025 - 09:40 WIB
Dalam jangka panjang, kurang tidur bisa menurunkan daya tahan tubuh, mengganggu pertumbuhan, dan meningkatkan risiko stres serta gangguan kecemasan.
Selain itu, masuk sekolah terlalu pagi juga dinilai tidak ramah bagi keluarga. Orang tua harus ikut bangun lebih awal untuk menyiapkan keperluan anak, sehingga tekanan mental dan kelelahan tidak hanya dirasakan oleh siswa, tetapi juga oleh anggota keluarga lainnya.
Baca Juga: Mengenal Varian Baru Covid-19 NB.1.8.1 yang Merebak di 22 Negara
"Kalau saya kurang setuju ya. Kita lihat saja di luar negeri itu nggak ada yang sampai masuk jam 06.00 pagi. Kalau jam 06.00 pagi, sama aja," jelasnya.
"Ibunya harus siap-siap jam 05.00, atau bahkan lebih pagi. Bukan cuma anaknya yang kelelahan, tapi orang tuanya juga," sambungnya.
Ia juga menyarankan agar waktu masuk sekolah tetap dimulai pada pukul 07.00 pagi, yang dinilai lebih ideal dan seimbang. Dengan waktu tersebut, anak masih memiliki waktu cukup untuk beristirahat malam dan menjalani pagi tanpa tergesa-gesa.
Tak hanya itu, ia menekankan pentingnya pemberian waktu istirahat yang cukup di sela pelajaran, agar otak anak tidak terlalu dipaksakan untuk terus aktif.
Baca Juga: Studi: Kentut Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Selain itu, masuk sekolah terlalu pagi juga dinilai tidak ramah bagi keluarga. Orang tua harus ikut bangun lebih awal untuk menyiapkan keperluan anak, sehingga tekanan mental dan kelelahan tidak hanya dirasakan oleh siswa, tetapi juga oleh anggota keluarga lainnya.
Baca Juga: Mengenal Varian Baru Covid-19 NB.1.8.1 yang Merebak di 22 Negara
"Kalau saya kurang setuju ya. Kita lihat saja di luar negeri itu nggak ada yang sampai masuk jam 06.00 pagi. Kalau jam 06.00 pagi, sama aja," jelasnya.
"Ibunya harus siap-siap jam 05.00, atau bahkan lebih pagi. Bukan cuma anaknya yang kelelahan, tapi orang tuanya juga," sambungnya.
Ia juga menyarankan agar waktu masuk sekolah tetap dimulai pada pukul 07.00 pagi, yang dinilai lebih ideal dan seimbang. Dengan waktu tersebut, anak masih memiliki waktu cukup untuk beristirahat malam dan menjalani pagi tanpa tergesa-gesa.
Tak hanya itu, ia menekankan pentingnya pemberian waktu istirahat yang cukup di sela pelajaran, agar otak anak tidak terlalu dipaksakan untuk terus aktif.
Baca Juga: Studi: Kentut Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Lihat Juga :