Mengenal Sindrom Stevens Johnson Penyakit Langka Serius yang Diduga Diidap Jokowi
Kamis, 05 Juni 2025 - 08:20 WIB
Dilansir dari Medical News Today, Kamis (5/6/2025), Sindrom Stevens Johnson adalah kondisi langka yang sangat serius dan berpotensi mengancam jiwa. Di mana sistem kekebalan tubuh bereaksi secara ekstrem terhadap zat pemicu tertentu.
Penyakit ini utamanya menyerang kulit dan selaput lendir seperti di mulut, mata, hingga alat kelamin. Dalam banyak kasus, SJS muncul akibat reaksi alergi parah terhadap obat-obatan atau infeksi tertentu yang memicu peradangan sistemik.
Gejala awal sindrom ini kerap tak terdeteksi karena menyerupai penyakit flu biasa, seperti demam tinggi, kelelahan, batuk, dan nyeri tenggorokan. Namun, kondisi kemudian berkembang cepat dengan munculnya ruam kemerahan atau keunguan di kulit yang menyebar luas, diikuti oleh lepuhan, rasa terbakar, dan pengelupasan kulit.
1. Obat-obatan tertentu: Termasuk allopurinol (pengobatan asam urat), antibiotik seperti penisilin dan sulfonamida, obat antikejang seperti phenytoin dan carbamazepine, serta NSAID seperti naproxen.
2. Infeksi virus dan bakteri: Seperti herpes simplex, HIV, hepatitis, atau pneumonia juga bisa menjadi pencetus SJS, terutama bagi individu dengan daya tahan tubuh rendah.
Baca Juga: Pimpin Upacara 17 Agustus 2024, Jokowi dan Ibu Negara Pakai Baju Adat Kustin dari Kalimantan Timur
Penyakit ini utamanya menyerang kulit dan selaput lendir seperti di mulut, mata, hingga alat kelamin. Dalam banyak kasus, SJS muncul akibat reaksi alergi parah terhadap obat-obatan atau infeksi tertentu yang memicu peradangan sistemik.
Tanda-tanda dan Pemicu Umum Sindrom Stevens Johnson
Gejala awal sindrom ini kerap tak terdeteksi karena menyerupai penyakit flu biasa, seperti demam tinggi, kelelahan, batuk, dan nyeri tenggorokan. Namun, kondisi kemudian berkembang cepat dengan munculnya ruam kemerahan atau keunguan di kulit yang menyebar luas, diikuti oleh lepuhan, rasa terbakar, dan pengelupasan kulit.
Penyebab Sindrom Stevens Johnson
1. Obat-obatan tertentu: Termasuk allopurinol (pengobatan asam urat), antibiotik seperti penisilin dan sulfonamida, obat antikejang seperti phenytoin dan carbamazepine, serta NSAID seperti naproxen.
2. Infeksi virus dan bakteri: Seperti herpes simplex, HIV, hepatitis, atau pneumonia juga bisa menjadi pencetus SJS, terutama bagi individu dengan daya tahan tubuh rendah.
Baca Juga: Pimpin Upacara 17 Agustus 2024, Jokowi dan Ibu Negara Pakai Baju Adat Kustin dari Kalimantan Timur
Apakah Sindrom Stevens Johnson Termasuk Penyakit Autoimun?
Lihat Juga :