Angela Gilsha Diusir dari Tambang Nikel di Raja Ampat, Sempat Panik dan Ketakutan
Rabu, 11 Juni 2025 - 22:00 WIB
"Semua ikan warna-warni ada di situ, lagi makan makanan yang ada di koral. Pokoknya benar-benar rame banget itu lautan sama ikan warna-warni. Cantik banget," sambungnya.
Sayangnya, euforia keindahan itu berubah drastis saat Angela berpindah ke pulau lain di dekatnya. Di sana, ia menyaksikan pemandangan yang sangat berbeda. Di mana bagian atas pulau telah terkikis, tanah-tanah merah terlihat menganga akibat aktivitas alat berat, dan ekosistem pantai tampak rusak parah.
Air laut yang sebelumnya jernih kini menjadi keruh karena hujan semalam telah membawa sedimen dari bukit yang ditambang langsung ke laut. Kondisi ini merusak terumbu karang dan menyebabkan ikan-ikan menjauh dari area tersebut.
"Setelah kita dari pulau itu, kita pindah ke pulau satu lagi yang ada di belakangnya. Di situ aku lihat secara langsung dengan mata kepala sendiri. Pulau yang setengahnya, bagian atasnya itu udah terkeruk, sudah berupa tanah-tanah, dan sudah banyak alat-alat berat di situ," jelasnya.
Baca Juga: Angela Gilsha Gugup Sinetron Cinta Berakhir Bahagia Tayang Perdana
"Dan di sekitar pantainya juga pasirnya sudah cokelat, dan airnya juga sudah keruh karena semalam kan hujan deras. (Sedimen) pasir dari atas itu semuanya masuk ke laut dan itu merusak koral-koral, dan ikan tidak mau tinggal di situ," lanjutnya.
Di tengah proses dokumentasi dan observasi itulah momen tidak menyenangkan terjadi. Angela mengaku dirinya dan tim mulai merasa terusik saat mendengar suara klakson keras dari arah atas pulau, dari mobil milik pihak keamanan yang dibunyikan berulang kali, seolah menjadi peringatan untuk segera pergi dari lokasi.
"Di situ ada security yang kalksonin mobilnya dari atas pulaunya. Tin, tin, tin, keras banget. Di situ aku mulai panik dong. Kenapa kita ditin-tinin. Ini kan legal ya? Ini legal kan di sini?" ujarnya.
Sayangnya, euforia keindahan itu berubah drastis saat Angela berpindah ke pulau lain di dekatnya. Di sana, ia menyaksikan pemandangan yang sangat berbeda. Di mana bagian atas pulau telah terkikis, tanah-tanah merah terlihat menganga akibat aktivitas alat berat, dan ekosistem pantai tampak rusak parah.
Air laut yang sebelumnya jernih kini menjadi keruh karena hujan semalam telah membawa sedimen dari bukit yang ditambang langsung ke laut. Kondisi ini merusak terumbu karang dan menyebabkan ikan-ikan menjauh dari area tersebut.
"Setelah kita dari pulau itu, kita pindah ke pulau satu lagi yang ada di belakangnya. Di situ aku lihat secara langsung dengan mata kepala sendiri. Pulau yang setengahnya, bagian atasnya itu udah terkeruk, sudah berupa tanah-tanah, dan sudah banyak alat-alat berat di situ," jelasnya.
Baca Juga: Angela Gilsha Gugup Sinetron Cinta Berakhir Bahagia Tayang Perdana
"Dan di sekitar pantainya juga pasirnya sudah cokelat, dan airnya juga sudah keruh karena semalam kan hujan deras. (Sedimen) pasir dari atas itu semuanya masuk ke laut dan itu merusak koral-koral, dan ikan tidak mau tinggal di situ," lanjutnya.
Di tengah proses dokumentasi dan observasi itulah momen tidak menyenangkan terjadi. Angela mengaku dirinya dan tim mulai merasa terusik saat mendengar suara klakson keras dari arah atas pulau, dari mobil milik pihak keamanan yang dibunyikan berulang kali, seolah menjadi peringatan untuk segera pergi dari lokasi.
"Di situ ada security yang kalksonin mobilnya dari atas pulaunya. Tin, tin, tin, keras banget. Di situ aku mulai panik dong. Kenapa kita ditin-tinin. Ini kan legal ya? Ini legal kan di sini?" ujarnya.
Lihat Juga :