Cuaca Ekstrem Tak Jadi Halangan, Ini Tips Jemaah Haji Tetap Sehat di Tanah Suci
Jum'at, 13 Juni 2025 - 17:00 WIB
Musim haji tahun ini telah usai, meninggalkan beragam kisah dari 221.000 jemaah asal Indonesia yang menunaikan ibadah di tengah suhu ekstrem Arab Saudi. Foto/istimewa
JAKARTA - Musim haji tahun ini telah usai, meninggalkan beragam kisah dari 221.000 jemaah asal Indonesia yang menunaikan ibadah di tengah suhu ekstrem Arab Saudi yang tak jarang melampaui 40 derajat Celcius. Tantangan menjaga stamina menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan spiritual mereka.
Sebagai bentuk dukungan, Bejo Jahe Merah telah membagikan ribuan sachet produk herbal jahe merah kepada jemaah terpilih. Dikenal membantu menjaga daya tahan tubuh, meredakan gejala masuk angin, dan menjaga kebugaran, produk ini turut menemani para jemaah menjalani ibadah dalam kondisi cuaca yang berat dan aktivitas yang padat.
dr. Saddam Ismail dokter umum sekaligus influencer kesehatan, menyoroti semarak musim haji dengan menekankan pentingnya kesiapan fisik.
“Ibadah haji adalah ibadah spiritual dan fisik. Tubuh yang bugar dan daya tahan yang kuat menjadi modal penting. Aktivitas seperti thawaf, sai, hingga wukuf di Arafah dilakukan dalam iklim yang sangat berbeda dari Indonesia. Karena itu, persiapan fisik sejak jauh hari, menjaga pola makan, berolahraga, membawa obat pribadi, serta mengonsumsi suplemen dan minuman herbal sangat disarankan,” papar dr. Saddam Ismail.
Sebagai bentuk dukungan, Bejo Jahe Merah telah membagikan ribuan sachet produk herbal jahe merah kepada jemaah terpilih. Dikenal membantu menjaga daya tahan tubuh, meredakan gejala masuk angin, dan menjaga kebugaran, produk ini turut menemani para jemaah menjalani ibadah dalam kondisi cuaca yang berat dan aktivitas yang padat.
dr. Saddam Ismail dokter umum sekaligus influencer kesehatan, menyoroti semarak musim haji dengan menekankan pentingnya kesiapan fisik.
“Ibadah haji adalah ibadah spiritual dan fisik. Tubuh yang bugar dan daya tahan yang kuat menjadi modal penting. Aktivitas seperti thawaf, sai, hingga wukuf di Arafah dilakukan dalam iklim yang sangat berbeda dari Indonesia. Karena itu, persiapan fisik sejak jauh hari, menjaga pola makan, berolahraga, membawa obat pribadi, serta mengonsumsi suplemen dan minuman herbal sangat disarankan,” papar dr. Saddam Ismail.
Lihat Juga :