Filosofi Cinta dan Kesetiaan di Balik Busana Adat Al Ghazali dan Alyssa Daguise
Jum'at, 20 Juni 2025 - 18:48 WIB
Foto/Instagram Alyssa Daguise.
Dalam unggahan penata gaya Vannie Astecar di Instagram @astecat, dijelaskan bahwa burung-burung itu digambarkan sedang menari, melambangkan dua jiwa yang hidup dalam harmoni. Ornamen bunga fuchsia yang mengelilingi ranting-rantingnya memperkuat nuansa feminin dan romantis, seolah menjadi metafora dari cinta yang sedang mekar.
Detail sulam dan payet yang rumit menunjukkan keahlian tinggi dan dedikasi dalam proses pembuatan kebaya tersebut. Setiap elemen dirancang untuk memperkuat kesan anggun, murni, dan sakral dari momen pernikahan mereka.
Senada dengan Alyssa, Al Ghazali tampil gagah mengenakan beskap Jawa berbahan beludru hitam dengan aksen emas. Sentuhan motif klasik dan nuansa warna yang serasi memperkuat kesan maskulin, elegan, dan berkelas. Beskap tersebut dipadukan dengan kain batik dan blangkon, menampilkan totalitas penghormatan terhadap tradisi Jawa.
Melalui unggahan di akun Instagram-nya, Al menulis, “Balutan adat Jawa, bukan sekadar busana tapi warisan leluhur yang menyatukan dua hati dalam satu ikatan suci.” Ungkapan ini mempertegas bahwa busana yang dikenakan mereka bukan hanya aspek visual, tapi juga representasi dari nilai budaya dan spiritual.
Dalam unggahan penata gaya Vannie Astecar di Instagram @astecat, dijelaskan bahwa burung-burung itu digambarkan sedang menari, melambangkan dua jiwa yang hidup dalam harmoni. Ornamen bunga fuchsia yang mengelilingi ranting-rantingnya memperkuat nuansa feminin dan romantis, seolah menjadi metafora dari cinta yang sedang mekar.
Detail sulam dan payet yang rumit menunjukkan keahlian tinggi dan dedikasi dalam proses pembuatan kebaya tersebut. Setiap elemen dirancang untuk memperkuat kesan anggun, murni, dan sakral dari momen pernikahan mereka.
Al Ghazali Tampil Gagah dengan Beskap Jawa Modern
Senada dengan Alyssa, Al Ghazali tampil gagah mengenakan beskap Jawa berbahan beludru hitam dengan aksen emas. Sentuhan motif klasik dan nuansa warna yang serasi memperkuat kesan maskulin, elegan, dan berkelas. Beskap tersebut dipadukan dengan kain batik dan blangkon, menampilkan totalitas penghormatan terhadap tradisi Jawa.
Melalui unggahan di akun Instagram-nya, Al menulis, “Balutan adat Jawa, bukan sekadar busana tapi warisan leluhur yang menyatukan dua hati dalam satu ikatan suci.” Ungkapan ini mempertegas bahwa busana yang dikenakan mereka bukan hanya aspek visual, tapi juga representasi dari nilai budaya dan spiritual.
Lihat Juga :