Science and Art 8.0 Pamerkan Lukisan Tokoh Ilmuwan Indonesia dan Dunia

Kamis, 26 Juni 2025 - 15:15 WIB
Upaya membangunkan rapsodi seni, sejarah dan saintek sebenarnya telah berlangsung sejak beberapa tahun lalu. Pada 2022, diselenggarakan “Pekan Wirabangsa" di Pasar Seni Ancol, Jakarta, yang menampilkan pahlawan nasional pilihan negara dan mengajak publik untuk berpikir ulang tentang siapa sebenarnya para pendiri bangsa. Di tahun yang sama, Paul Hendro menggagas hibah lukisan potret Presiden dan Wakil Presiden kepada Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), menandai dimulainya gerakan potret kenegaraan kontemporer. Lalu, pada tahun 2024, digelar pameran "Seabad Para Kalangwan", yang menampilkan tokoh-tokoh sastrawan dan seniman besar seperti Empu Kanwa, Empu Tantular, dan Prapanca.

Menurut Luthfi, sejarah selama ini berfokus pada sejarah perang. Sekarang saatnya untuk mulai memasukkan sejarah tentang riset, sains, dan teknologi.

“Penulisan sejarah tidak cukup hanya dilakukan oleh sejarawan, tetapi perlu kontribusi dari ahli dalam bidang ilmu masing-masing, sehingga ada pemahaman antara sejarawan dengan ilmuwan dalam intermediary process,” imbuh Luthfi.

Para ilmuwan yang terpilih adalah para pemikir, inovator, dan penemu yang telah memberikan kontribusi luar biasa pada ilmu pengetahuan, sains, dan teknologi. Melalui SciArt 8.0 yang menggelar belasan lukisan potret dan narasi visual, masyarakat diajak untuk mengenali bahwa kepahlawanan juga bisa lahir dari ruang laboratorium, ruang kelas, dan gagasan.

Menurut Yudi Darma, bangsa yang besar adalah bangsa yang memahami dan meneruskan semangat para pemikirnya. Direktur Yudi mendorong masyarakat untuk merawat pemahaman bahwa ilmu pengetahuan dan seni dapat berjalan beriringan sebagai suatu kebudayaan yang mendorong kemajuan bangsa.

“Semoga pameran ini menjadi ruang apresiasi terhadap karya seni dan pemikiran ilmuwan, menjadi titik temu antargenerasi, disiplin ilmu, dan masa lalu dengan masa depan. Dari sini, kami berharap tumbuh rasa ingin tahu dan kolaborasi-kolaborasi baru,” pungkas Direktur Yudi.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!