Profil Hamdan ATT, Perjalanan sang Maestro Dangdut Indonesia

Selasa, 01 Juli 2025 - 13:30 WIB
Pada 1968, Hamdan bergabung dengan band Nada Buana dan tampil di TVRI, namun sempat menghentikan aktivitas bermusiknya untuk fokus menyelesaikan pendidikan hingga 1975. Setelah lulus, ia kembali menekuni dunia musik dan mulai serius menapaki jalur dangdut.

Titik Balik Karier: Lagu Termiskin di Dunia



Lagu Termiskin di Dunia menjadi tonggak penting dalam kariernya. Dirilis pada awal 1980-an, lagu ini berhasil mencuri perhatian publik dan menjadikan Hamdan sebagai salah satu penyanyi dangdut paling berpengaruh di era tersebut.

Kepopulerannya terus meningkat berkat sejumlah lagu lain seperti Bekas Pacar, Jangan Cintai Aku, Dingin, Sakit Hati, Mabuk Judi, Emas Menjadi Tembaga, Harta dan Cinta, Memory di Kereta, dan Patah Kemudi Lagu Melayu.

Hasibah, sang istri, menyebutkan bahwa sekitar 100 lagu telah didaftarkan ke PAPPRI dan RAI sebagai bentuk perlindungan hak cipta dan royalti.

Kontribusi di Luar Panggung



Selain sebagai penyanyi, Hamdan juga berperan sebagai pelatih vokal dalam ajang pencarian bakat menyanyi dangdut di salah satu stasiun televisi sejak musim pertama. Dedikasinya untuk mengembangkan bakat muda membuktikan bahwa pengabdiannya tak hanya sebatas menyanyi, tetapi juga membimbing generasi penerus.

Baca Juga: Jenazah Pedangdut Hamdan ATT Disemayamkan di Kramat Jati

Penghargaan



Pada tahun 2021, Hamdan menerima Lifetime Achievement Award dari Indonesian Dangdut Awards, sebuah penghargaan yang mengakui perannya dalam membentuk warna musik dangdut Indonesia.

Dalam momen haru itu, ia menerima penghargaan sambil duduk di kursi roda, mengucap terima kasih dengan penuh emosi kepada penggemar dan sahabat dekat seperti Elvy Sukaesih.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!