Festival Film Wartawan 2025: Ubah Duka Menjadi Api Kreativitas, Menghidupkan Warisan Wina Armada Sukardi

Kamis, 10 Juli 2025 - 10:28 WIB
“Wina yang merumuskan naskah Pahlawan Nasional Umar Ismail. Ia pula yang menggagas FFWI, dan meletakkan batu pertama festival ini. Saya mengenalnya di akhir masa jabatannya, tapi masukan-masukannya tentang perfilman tak pernah berhenti,” ujar Mahendra.

Di antara kata-katanya, tersirat kesedihan sekaligus kekaguman yang tak bisa disembunyikan.“Ini bukan hanya soal kedekatan fisik, tapi kedekatan batin. Wina dan FFW itu satu napas. Dan kini, tanpa kehadirannya, FFW harus berdiri sendiri lebih kuat,” lanjutnya.

Bagi Mahendra, ini bukan sekadar perpisahan, tapi juga warisan tanggung jawab.“FFW harus jadi lebih baik. Semoga semangat dan cita-cita almarhum menjadi pemicu, bukan beban,” tuturnya.

Di tengah duka, FFW 2025 memilih untuk bangkit, mengubah kepedihan menjadi energi, mengubah kenangan menjadi karya. Seperti api yang justru semakin berkobar ditiup angin, FFW akan tetap menyala: mengawal, mengkritik, dan merayakan film Indonesia dengan keberanian dan cinta.

"Manusia datang dan pergi, tapi nilai-nilai yang mereka tinggalkan abadi. FFW akan terus menjadi bagian dari napas panjang perfilman Indonesia," tambah Benny.

Ditahun ini, FFW 2025 kembali mendapatkan dukungan penuh dari Direktorat Perfilman, Musik, dan Media. Kementerian Kebudayaan RI. Dukungan ini menegaskan peran negara dalam membangun ekosistem perfilman yang sehat, di mana wartawan sebagai bagian aktif turut berkontribusi.

"Keberadaan FFW adalah bukti bahwa kolaborasi antara insan pers, sineas, dan pemerintah dapat menciptakan ruang apresiasi yang lebih objektif dan membangun," pungkas Benny Benke, Ketua Panitia FFW 2025.
(unt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!