Menelusuri 1.460 Relief Borobudur Lewat Goresan Lukisan Sohieb Toyaroja

Sabtu, 12 Juli 2025 - 09:42 WIB
Sembilan lukisan yang dipilih Sohieb menafsirkan judul Samodra Raksa, Manohara, Raja-Raja, Stupa,

Jataka, Gajah, Sakre, Dewi Hariti dan karakter Buddha.

“Saya sejak lama terpikat melukis menyoal sejarah dan tradisi. Tentunya pengaruh pertemuan saya dengan para jurnalis, arkeolog, filolog juga sejumlah kritikus seni dan kurator seni. Selain, membaca buku-buku yang membuat pemahaman saya tentang Borobudur makin berarti” kata Sohieb.

Dibangun disekitar pada 824 Masehi, Borobudur adalah Magnum Opus ayah dan putri kesayangannya, Maharaja Samaratungga dan Putri Mahkota Pramodhawardhani yang berasal dari dinasti Syailendra dan memimpin Mataram kuno sebagai Kerajaan Budha terbesar di Pulau Jawa.

Pelukis Sohieb menambahkan bahwa ia memang menyukai bertandang ke situs-situs tertentu yang dianggap sebagai petilasan dan artefak serta penanda kerajaan atau candi-candi. "Itu sebagai simbol kearifan leluhur Jawa, agar saya bisa menghayatinya sebagai seniman yang kebetulan dari Jawa," katanya.

Sementara itu, seorang Lawyer dan pecinta seni Pahrur Dalimeunthe menyebut bahwa lukisan Sohieb

menampilkan subjek dan materi yang kompleks serta jauh dari kesan sederhana.

“Sepertinya ada ruh dan jiwa yang hidup dalam semua bentuk dan warna-warna yang ditampilkan. Saya merasakan kedalaman narasi yang berbicara tentang spiritualitas, harapan, dan konsistensi yang khas memerangkap pemahaman tanpa harus dengan berkata-kata”’ ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!