Isak Tangis Keluarga Iringi Pemakaman Yopie Latul
Kamis, 10 September 2020 - 17:12 WIB
Di samping itu, Yopie diketahui juga memiliki riwayat penyakit lain sebagai penyerta, yaitu penyakit pada bagian paru sehingga seluruh pelayat menggunakan masker dan face shield ketika ikut mengantar jenazah ke tempat peristirahat terakhir.
Tangis keluarga, terutama sang istri pun pecah ketika dilakukan ibadah pelepasan. Suasana haru dan duka terus mengiringi sepanjang prosesi pemakaman. Prosesi pemakaman penyanyi kelahiran Ambon, 7 September 1922 itu berlangsung khidmat dengan diiringi lantunan doa yang dibacakan puluhan pelayat serta keluarga dan kerabat yang hadir.
"Terima kasih untuk doa dan kebaikan kepada almarhum Yopie Latul, mohon doa dan dimaafkan kalau suami saya ada kesalahan dalam kata maupun tindakan baik yang disengaja atau tidak," ujar Emma Tahaparry dengan raut wajah sedih saat dijumpai, Kamis.
Emma berkisah, sedianya Yopie punya mimpi untuk memggemakan lagu berlirik bahasa daerah dengan ambil bagian dalam konser mengenang almarhum Didi Kempot di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) pada 14 November 2020. "Beliau sudah mempersiapkan konser dengan alm Didi Kempot yang sudah berpulang lebih dulu. Dalam konser itu, beliau punya mimpi untuk membuat lagu daerah semakin dikenal dan dicintai publik," tuturnya.
Yopie Latul sendiri pada awalnya merupakan salah satu penyanyi yang direncanakan ambil bagian dalam konser 30 Tahun Prjalanan Didi Kempot, yang rencananya digelar pada 10 Juli lalu. Akan tetapi, konser tersebut batal digelar karena Didi Kempot wafat pada Mei 2020, dan kondisi sedang dalam pandemi.
Tangis keluarga, terutama sang istri pun pecah ketika dilakukan ibadah pelepasan. Suasana haru dan duka terus mengiringi sepanjang prosesi pemakaman. Prosesi pemakaman penyanyi kelahiran Ambon, 7 September 1922 itu berlangsung khidmat dengan diiringi lantunan doa yang dibacakan puluhan pelayat serta keluarga dan kerabat yang hadir.
"Terima kasih untuk doa dan kebaikan kepada almarhum Yopie Latul, mohon doa dan dimaafkan kalau suami saya ada kesalahan dalam kata maupun tindakan baik yang disengaja atau tidak," ujar Emma Tahaparry dengan raut wajah sedih saat dijumpai, Kamis.
Emma berkisah, sedianya Yopie punya mimpi untuk memggemakan lagu berlirik bahasa daerah dengan ambil bagian dalam konser mengenang almarhum Didi Kempot di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) pada 14 November 2020. "Beliau sudah mempersiapkan konser dengan alm Didi Kempot yang sudah berpulang lebih dulu. Dalam konser itu, beliau punya mimpi untuk membuat lagu daerah semakin dikenal dan dicintai publik," tuturnya.
Yopie Latul sendiri pada awalnya merupakan salah satu penyanyi yang direncanakan ambil bagian dalam konser 30 Tahun Prjalanan Didi Kempot, yang rencananya digelar pada 10 Juli lalu. Akan tetapi, konser tersebut batal digelar karena Didi Kempot wafat pada Mei 2020, dan kondisi sedang dalam pandemi.
Lihat Juga :