Makan Ubi Bikin Kentut? Ini Fakta Ilmiah dan Siapa yang Wajib Batasi Konsumsinya
Sabtu, 09 Agustus 2025 - 15:57 WIB
Siapa yang tidak pernah mengalami perut kembung dan sering buang gas setelah makan ubi? Foto/The Sun.
JAKARTA - Siapa yang tidak pernah mengalami perut kembung dan sering buang gas setelah makan ubi ? Fenomena yang sering membuat sebagian orang enggan mengonsumsinya ini ternyata memiliki dasar ilmiah.
Annisa Rizkiriani, dosen gizi IPB University, menjelaskan bahwa peningkatan produksi gas (flatulensi) setelah makan ubi terjadi akibat kandungan karbohidrat kompleks dan serat larut, terutama oligosakarida seperti raffinose dan stakiosa.
“Oligosakarida ini tidak dapat diurai oleh enzim di saluran cerna bagian atas, sehingga difermentasi oleh bakteri di usus besar. Proses fermentasi inilah yang menghasilkan gas seperti hidrogen, metana, dan karbon dioksida,” jelas Annisa, melansir siaran pers, Sabtu (9/8/2025).
Baca juga: Studi: Kentut Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Annisa Rizkiriani, dosen gizi IPB University, menjelaskan bahwa peningkatan produksi gas (flatulensi) setelah makan ubi terjadi akibat kandungan karbohidrat kompleks dan serat larut, terutama oligosakarida seperti raffinose dan stakiosa.
“Oligosakarida ini tidak dapat diurai oleh enzim di saluran cerna bagian atas, sehingga difermentasi oleh bakteri di usus besar. Proses fermentasi inilah yang menghasilkan gas seperti hidrogen, metana, dan karbon dioksida,” jelas Annisa, melansir siaran pers, Sabtu (9/8/2025).
Baca juga: Studi: Kentut Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Lihat Juga :