Tak Terima Royalti Salah Transfer, Ari Lasso Desak WAMI Diperiksa BPK dan KPK

Selasa, 12 Agustus 2025 - 07:40 WIB
Jumlah ini, menurut Ari, sangat tidak sebanding dengan frekuensi pemutaran lagu-lagunya di berbagai platform musik digital maupun acara live. Ia bahkan sempat menghubungi sahabatnya, Meidy Aquarius, yang pernah bekerja di WAMI untuk meminta klarifikasi, namun jawaban yang diterima tidak memuaskan.

"Saya bingung membaca dari sekian puluh juta yang menetes hanya Rp700 ribu. Saya telepon sahabat saya Mas Meidy Aquarius @meidif yang sempat di WAMI, dia pun juga bingung, dan menjawab gua udah nggak di WAMI," kata Ari.

Dugaan Salah Transfer ke Rekening Orang Lain



Yang membuat pelantun Hampa ini semakin marah adalah adanya indikasi bahwa dana royalti tersebut dikirimkan ke rekening orang bernama Mutholah Rizal. Ari mempertanyakan apakah nominal yang dilaporkan sebenarnya miliknya, atau memang hak orang tersebut.

Baca Juga: Ari Lasso Pamer Foto Mesra dengan Dearly Djoshua: Ketika Cinta Menemukan Tempatnya

Menurutnya, kesalahan seperti ini tidak bisa dianggap sepele karena berpotensi merugikan hak ekonomi musisi. Dalam industri musik, royalti merupakan sumber penghasilan penting, dan kelalaian dalam pengelolaannya bisa berdampak besar pada keberlangsungan karier para pencipta dan performer lagu.

"Kekonyolan yang paling hebat adalah Anda transfer ke rekening Mutholah Rizal. Terus hitungan in laporan Ari Lasso itu punya saya atau punya Pak Mutholah Rizal. Atau itungan itu punya saya tapi WAMI salah transfer ke Mutolah Rizal," jelasnya.

Soroti Manajemen dan Transparansi WAMI



Mantan vokalis Dewa 19 itu tidak segan menyebut bahwa sistem manajemen WAMI perlu diperbaiki secara total. Ia menilai lembaga ini kurang memiliki transparansi dalam proses perhitungan dan distribusi royalti, sehingga membuka celah bagi kesalahan atau bahkan penyalahgunaan.

Ari juga menegaskan bahwa persoalan ini tidak hanya berdampak pada dirinya, tetapi juga pada ratusan musisi lain yang tergabung sebagai anggota WAMI. Menurutnya, jika pengelolaan royalti tidak dilakukan secara akurat dan terbuka, kepercayaan para anggota terhadap lembaga tersebut akan runtuh.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!