Agnez Mo Sindir Anggota DPR: EQ Rendah, Cara Bicara Memecah Belah Rakyat
Selasa, 02 September 2025 - 20:00 WIB
Mantan artis cilik ini menambahkan, seorang pejabat publik tidak seharusnya berbicara hanya untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, melainkan harus menjadi jembatan aspirasi rakyat yang diwakilinya.
"Hal paling minimal yang bisa saya harapkan dari seorang anggota DPR adalah kemampuan berbicara di depan publik yang layak," jelasnya.
"Yang tidak memecah belah, tapi justru mencari solusi untuk semua pihak, bukan cuma untuk kepentingan dirinya sendiri atau kepentingan tertentu," tambahnya.
Lebih lanjut, penyanyi 39 tahun itu menilai fakta bahwa masyarakat bahkan harus menuntut standar dasar berupa komunikasi publik yang beradab sungguh mengejutkan.
Baca Juga: Agnez Mo Menang Kasasi Hak Cipta Lagu Bilang Saja, Begini Respons Ari Bias
Dalam pandangannya, tuntutan tersebut seharusnya menjadi hal yang otomatis melekat pada diri seorang legislator atau pembuat undang-undang.
"Dan fakta bahwa kita bahkan harus menuntut sesuatu sesederhana kemampuan berbicara di depan publik is mind-blowing. Standard paling dasar sebagai manusia, apalagi sebagai wakil rakyat atau pembuat aturan atau hukum," ujarnya.
Pelatun Matahariku ini kemudian menceritakan pengalamannya beberapa bulan lalu ketika ia secara pribadi mendengar salah satu anggota DPR meremehkan pendapat dirinya sebagai masyarakat dengan alasan latar belakang pendidikan. Ia menyebutkan, ada anggota dewan yang dengan mudah mengatakan bahwa jika seseorang belum bergelar S3 (PhD), maka tidak pantas berbicara mengenai isu tertentu.
"Hal paling minimal yang bisa saya harapkan dari seorang anggota DPR adalah kemampuan berbicara di depan publik yang layak," jelasnya.
"Yang tidak memecah belah, tapi justru mencari solusi untuk semua pihak, bukan cuma untuk kepentingan dirinya sendiri atau kepentingan tertentu," tambahnya.
Lebih lanjut, penyanyi 39 tahun itu menilai fakta bahwa masyarakat bahkan harus menuntut standar dasar berupa komunikasi publik yang beradab sungguh mengejutkan.
Baca Juga: Agnez Mo Menang Kasasi Hak Cipta Lagu Bilang Saja, Begini Respons Ari Bias
Dalam pandangannya, tuntutan tersebut seharusnya menjadi hal yang otomatis melekat pada diri seorang legislator atau pembuat undang-undang.
"Dan fakta bahwa kita bahkan harus menuntut sesuatu sesederhana kemampuan berbicara di depan publik is mind-blowing. Standard paling dasar sebagai manusia, apalagi sebagai wakil rakyat atau pembuat aturan atau hukum," ujarnya.
Pelatun Matahariku ini kemudian menceritakan pengalamannya beberapa bulan lalu ketika ia secara pribadi mendengar salah satu anggota DPR meremehkan pendapat dirinya sebagai masyarakat dengan alasan latar belakang pendidikan. Ia menyebutkan, ada anggota dewan yang dengan mudah mengatakan bahwa jika seseorang belum bergelar S3 (PhD), maka tidak pantas berbicara mengenai isu tertentu.
Lihat Juga :