Animator Pakistan Junaid Miran Siap Tuntut Pembuat Film Animasi Merah Putih One For All
Selasa, 02 September 2025 - 21:20 WIB
Lebih lanjut, Miran menyatakan bahwa keberaniannya untuk melawan tidak terlepas dari dukungan para penggemarnya. Ia mengakui bahwa ribuan pesan dan komentar dari warganet telah memberinya kekuatan untuk bangkit dan berkata cukup terhadap tindakan yang menurutnya tidak adil.
Bagi Miran, perjuangan ini bukan sekadar persoalan pribadi, melainkan bentuk solidaritas kreator melawan praktik yang merugikan dunia seni.
Baca Juga: Film Animasi Merah Putih One For All Tayang Hari Ini di Bioskop
"Aku melakukan ini karena kalian percaya padaku, karena kalian memberiku keberanian untuk akhirnya berkata, 'cukup sudah'," ujarnya.
"Aku nggak bisa berpaling ketika begitu banyak dari kalian mengharapkan aku membetulkan kesalahan ini," tambahnya.
Namun, di balik tekad kuatnya, Miran tidak menutupi bahwa proses hukum lintas negara bukanlah hal mudah. Ia menyebut tuntutan hukum di negara lain membutuhkan biaya besar, mulai dari pengacara, administrasi, hingga perjalanan.
Kondisi ini menjadi tantangan berat. Sebab, dirinya hanyalah seorang artis independen tanpa dukungan studio besar atau sponsor yang kuat.
Baca Juga: Film Animasi Merah Putih One For All Tayang di 16 Layar Bioskop
"Tapi aku perlu kalian mengerti satu hal penting. Aku nnggak bisa melakukan ini sendiri. Sungguh, aku berharap mengatakan aku akan menuntut mereka semudah melangkah ke ruang sidang. Kenyataannya nggak begitu," ucapnya.
"Tuntutan hukum apalagi di negara lain, butuh banyak biaya. Biaya pengacara, administrasi, perjalanan, semuanya memerlukan banyak uang. Dan aku nggak punya itu. Aku adalah artis independen. Aku nggak punya studio besar atau sponsor yang mendukungku. Yang aku punya cuma kalian," sambungnya.
Bagi Miran, perjuangan ini bukan sekadar persoalan pribadi, melainkan bentuk solidaritas kreator melawan praktik yang merugikan dunia seni.
Baca Juga: Film Animasi Merah Putih One For All Tayang Hari Ini di Bioskop
"Aku melakukan ini karena kalian percaya padaku, karena kalian memberiku keberanian untuk akhirnya berkata, 'cukup sudah'," ujarnya.
"Aku nggak bisa berpaling ketika begitu banyak dari kalian mengharapkan aku membetulkan kesalahan ini," tambahnya.
Namun, di balik tekad kuatnya, Miran tidak menutupi bahwa proses hukum lintas negara bukanlah hal mudah. Ia menyebut tuntutan hukum di negara lain membutuhkan biaya besar, mulai dari pengacara, administrasi, hingga perjalanan.
Kondisi ini menjadi tantangan berat. Sebab, dirinya hanyalah seorang artis independen tanpa dukungan studio besar atau sponsor yang kuat.
Baca Juga: Film Animasi Merah Putih One For All Tayang di 16 Layar Bioskop
"Tapi aku perlu kalian mengerti satu hal penting. Aku nnggak bisa melakukan ini sendiri. Sungguh, aku berharap mengatakan aku akan menuntut mereka semudah melangkah ke ruang sidang. Kenyataannya nggak begitu," ucapnya.
"Tuntutan hukum apalagi di negara lain, butuh banyak biaya. Biaya pengacara, administrasi, perjalanan, semuanya memerlukan banyak uang. Dan aku nggak punya itu. Aku adalah artis independen. Aku nggak punya studio besar atau sponsor yang mendukungku. Yang aku punya cuma kalian," sambungnya.
Lihat Juga :