Chris Martin Dituduh Rendahkan Penggemar Israel di Konser Coldplay, Ucapannya Jadi Sorotan

Jum'at, 05 September 2025 - 19:40 WIB
"Kami tidak bisa dan tidak ingin berbohong. Agak menakutkan bahwa 90.000 orang tahu kami berasal dari sini, tetapi kami mengatakannya," sambungnya.

Dukungan dan Pembelaan untuk Chris Martin



Meski menuai kritik, tak sedikit pula penggemar yang membela sikap Martin. Banyak yang menilai sang vokalis telah menangani situasi sulit dengan berkelas.

Beberapa komentar di media sosial menyebut pemilik nama asli Christopher Anthony John Martin itu adalah sosok yang tulus dan penuh empati, bahkan berhasil meredam potensi keributan lebih besar di tengah penonton. Mereka menilai ucapannya sebagai bentuk ajakan persatuan dan perdamaian, bukan penghinaan.

"Dia benar-benar luar biasa. Dia benar-benar orang paling baik yang pernah ada," tulis warganet.

"Ada di konser. Dia menanganinya dengan berkelas. Menghilangkan potensi reaksi buruk dari penonton," komentar warganet.

Kontroversi Bukan yang Pertama



Ini bukan kali pertama vokalis asal Inggris itu berada di tengah pusaran kontroversi terkait isu Israel-Palestina. Pada Juli lalu, saat konser Coldplay di Toronto, ia menyambut penonton yang membawa bendera Israel, sehari setelah sebelumnya penonton mengibarkan bendera Palestina.

Ia menegaskan bahwa semua orang, tanpa memandang latar belakang, diterima di konser Coldplay. Pada kesempatan lain, ia bahkan pernah menghentikan pertunjukan ketika seorang penonton dengan atribut bendera Israel jatuh saat mencoba naik ke panggung.

“Kemarin, kita punya bendera Palestina yang indah, hari ini kita punya bendera Israel,” tuturnya.

"Jadi, kami menyambut semua orang. Terima kasih, saudara-saudariku. Saya senang kedua kelompok bisa datang," tandasnya.
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!