Gara-gara PSBB, Sukses Jualan Produk Tie Dye

Sabtu, 12 September 2020 - 09:00 WIB
Foto: Instagram @tieyourdye

Dia sudah hobi bikin produk tie dye untuk diri sendiri sejak diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada Maret lalu. Kemudian sejak Mei, karena hobi berbisnis, dia memutuskan membuka usaha produk tie dye.

Produk yang ditawarkannya beragam, mulai dari kaus, sweter, masker, sampai ikat rambut. Odelyn memasarkannya lewat akun Instagram @tieyourdye, yang kini punya pengikut sekitar 82.000 akun. Dia juga melakukan promosi dengan membuat konten di TikTok dan endorsement.

Modal Enggak Sampai Sejuta

Berapa modal yang diperlukan untuk bisnis produk tie dye? Menurut cerita Zunika, 24, dan Safira, 24, yang berjualan produk tie dye lewat akun Instagram @iweardye, mereka cuma mengeluarkan Rp700.000 saat memulainya.

Awalnya, saat membuka usaha pada Juli lalu, mereka cuma membuat produk masker, soalnya produk ini lagi banyak dicari. Tapi belakangan, mereka menambah produknya dengan tote bag, kaus, dan celana pendek.



Foto: Instagram@iweardye

Usaha ini mereka lakukan saat senggang, di sela kesibukan sebagai karyawan. Tapi pendapatannya ternyata enggak mengecewakan.

Tiap minggunya, @iweardye berhasil menjual sekitar 70 buah masker dan 6 buah kaus, dengan omzet rata-rata Rp1,5 hingga Rp2 juta per bulan.

Kalau punya bujet besar, bahkan bisa membuatnya sebagai bisnis besar. Misalnya seperti yang dilakukan Vanthe, 19, dan Fina, 18. Dua cewek asal Malang ini membuka @s.clothiststudio pada Agustus lalu dengan modal Rp20 juta.

Untuk produknya, mereka mengadopsi tren penggunaan piyama kekinian kelas premium dalam bentuk tie dye shibori set. Shibori adalah teknik tie dye a la Jepang. Dalam sebulan pertama, mereka berhasil menjual puluhan shibori set dengan omzet jutaan rupiah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!