Perjuangan Wanda Hamidah Berlayar ke Gaza, dari Tidur di Pelabuhan hingga Diteror Drone Israel
Kamis, 18 September 2025 - 05:00 WIB
Tekad Kuat dan Kursi di Kapal Terakhir
Kegigihan Wanda akhirnya membuahkan hasil. Ia berhasil mendapatkan kursi di kapal terakhir yang diberangkatkan, yakni Kaiser. Kapal ini mengangkut aktivis dari Tunisia, Aljazair, dan dirinya sebagai satu-satunya perempuan di atas kapal. Keputusan Wanda untuk tetap maju menunjukkan tekad kuatnya dalam memperjuangkan kemanusiaan meski risiko besar harus dihadapi.
Motivasi utama pelayaran ini adalah untuk menembus blokade Israel di Gaza dan menyalurkan bantuan kemanusiaan. Wanda berharap keikutsertaannya bisa menjadi pengingat bagi dunia internasional agar tidak menutup mata terhadap penderitaan rakyat Palestina.
"Indonesia, kami akan berangkat ke Gaza! Untuk mematahkan blokade Zionis Israel dan untuk memecah kesunyian kalian," ujarnya.
Foto/Instagram @wandahamidahbsa
Baca Juga: Wanda Hamidah Akhirnya Berlayar ke Gaza: Kita Akan Mematahkan Blokade Zionis Israel
Ancaman Drone Israel dan Risiko Besar di Laut
Selain persoalan logistik, ancaman keamanan juga membayangi misi berlayar ke Gaza. Wanda mengungkap adanya teror drone Israel yang mengintai perjalanan kapal menuju Gaza. Kondisi ini menambah berat perjuangan, karena setiap kapal yang berlayar berpotensi diserang di tengah laut.
"Tapi karena satu dan lain hal, teman-teman tahu bahwa dua hari berturut-turut, kami, kapal-kapal di pelabuhan ini dijatuhi drone yang kami yakini dari Amerika dan zionis Israel," ungkapnya.
Lihat Juga :