Patah Hati Bisa Memicu Kematian Mendadak, Jangan Remehkan!

Jum'at, 19 September 2025 - 20:40 WIB
Patah hati ternyata bukan hanya persoalan emosional semata, melainkan kondisi serius yang mengancam nyawa. Fenomena ini dikenal dengan Broken Heart Syndrome. Foto/iStock Photo Juan Jose Alvarado Mendieta
JAKARTA - Patah hati ternyata bukan hanya persoalan emosional semata, melainkan kondisi serius yang dapat mengancam nyawa. Dalam dunia medis, fenomena ini dikenal dengan istilah Broken Heart Syndrome atau Kardiomiopati Takotsubo, yaitu gangguan jantung yang dipicu oleh stres emosional maupun fisik.

Dilansir dari Times of India, Jumat (19/9/2025), kondisi ini membuat otot jantung melemah secara mendadak sehingga kemampuan memompa darah berkurang drastis dan bisa berujung fatal.



Baca Juga: 5 Figur Publik Alami Sindrom Patah Hati usai Ditinggal Pasangan, Salah Satunya Ratu Elizabeth II

Apa Itu Sindrom Patah Hati?



Kardiomiopati Takotsubo pertama kali diidentifikasi oleh dokter di Jepang pada tahun 1990. Nama “Takotsubo” sendiri diambil dari alat perangkap gurita tradisional Jepang yang berbentuk pot, karena bentuk jantung penderita sindrom ini menyerupai wadah tersebut.

Berbeda dengan serangan jantung biasa yang disebabkan oleh penyumbatan arteri, sindrom patah hati terjadi ketika stres ekstrem, baik fisik maupun emosional, melemahkan otot jantung. Akibatnya, kemampuan jantung memompa darah berkurang secara signifikan, sehingga muncul gejala seperti nyeri dada, sesak napas, hingga pingsan.

Penyebab Sindrom Patah Hati



Kondisi ini biasanya muncul setelah seseorang mengalami stres berat atau kejutan yang tiba-tiba. Pemicunya terbagi menjadi dua, yaitu:

1. Pemicu emosional: kematian orang terkasih, perceraian, putus cinta, atau trauma psikologis.

2. Pemicu fisik: operasi besar, infeksi parah, stroke, atau kecelakaan mendadak.

Situasi penuh tekanan ini membuat tubuh melepaskan hormon stres seperti adrenalin, noradrenalin, dan kortisol dalam jumlah besar. Hormon-hormon tersebut memicu kontraksi jantung yang tidak normal, sehingga ventrikel kiri, bagian jantung yang bertugas memompa darah ke seluruh tubuh, menjadi melemah dan menggembung.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!