Kisah Fitriesya Maulani, Perempuan Tangguh di Balik Bisnis Berat

Jum'at, 19 September 2025 - 17:40 WIB
Ia kemudian meniti karier di perbankan, yang menurutnya membentuk disiplin kerja, keterampilan analisis risiko, dan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kepercayaan klien. “Dunia kerja memberi banyak ilmu, tapi ruang berinovasi terbatas. Saya ingin bebas menuangkan ide dan membangun usaha sendiri,” katanya.

Langkah itu terbukti tepat. Meski awalnya penuh tantangan—minim pasar, keterbatasan modal, hingga belum adanya badan hukum—ia berani mendirikan perusahaan. Klien-klien kecil yang dulu dilayani secara konsisten kini tumbuh menjadi mitra proyek besar.

Diferensiasi sebagai Strategi

Dalam bisnis yang penuh persaingan, Fitriesya memilih diferensiasi sebagai strategi. Alih-alih masuk ke lini bisnis umum, ia fokus pada sektor material alam dan energi, bidang yang tidak banyak disentuh pemain baru.

“Saya tidak mau terlalu sibuk memikirkan kompetitor. Fokus saya menjaga kualitas barang, memastikan kepuasan pelanggan, dan konsisten dengan visi yang saya bangun,” tegasnya.

Strategi ini membuat Dhanteras Group dipercaya untuk menangani pasokan material berbagai proyek jalan tol. Perusahaan juga memperluas ke solar industri, sejalan dengan tren permintaan energi yang terus naik di sektor transportasi dan konstruksi.

Kepemimpinan Adaptif di Era Gen Z

Sebagai pemimpin, Fitriesya menghadapi tantangan lain: mengelola generasi Z yang kini mendominasi tenaga kerja. Ia menyadari gaya kepemimpinan tidak bisa lagi kaku dan otoritatif. “Kalau kita minta mereka disiplin, kita harus duluan disiplin. Kalau kita minta mereka semangat, kita juga harus memberi energi positif,” ujarnya.

Dengan pendekatan adaptif dan berbasis keteladanan, ia berhasil membangun organisasi yang solid sekaligus inovatif. Bagi Fitriesya, kepemimpinan adalah soal memberi contoh nyata, bukan sekadar memberi perintah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!