India Darurat Kasus Amoeba Pemakan Otak, Begini Cara Penyebaran dan Gejalanya

Minggu, 21 September 2025 - 11:00 WIB
"Infeksi ini menghancurkan jaringan otak, menyebabkan pembengkakan otak parah dan kematian pada sebagian besar kasus. PAM jarang terjadi dan biasanya terjadi pada anak-anak, remaja, dan dewasa muda yang sehat,” demikian bunyi dokumen tersebut.

Baca Juga: 9 Manfaat Rebusan Daun Beluntas untuk Kesehatan, Menghilangkan Bau Badan hingga Gula Darah

Media Penularan dan Faktor Risiko



Air tawar hangat yang stagnan menjadi sarana utama berkembangnya amoeba ini. “Portal masuk amuba adalah melalui mukosa olfaktorius dan lempeng cribiformis,” lanjut dokumen tersebut.

Menariknya, menelan air yang terkontaminasi tidak menyebabkan gejala, karena amoeba hanya bisa menyerang lewat jalur hidung. Itulah sebabnya orang yang berenang, menyelam, atau mandi di sumber air tawar hangat berisiko lebih tinggi tertular.

Dokumen yang sama juga mengingatkan bahwa perubahan iklim memperburuk risiko penularan.

“Perubahan iklim yang meningkatkan suhu air dan panas yang mendorong lebih banyak orang menggunakan air untuk rekreasi kemungkinan akan meningkatkan risiko penularan patogen ini,” katanya.

Gejala Infeksi PAM



PAM kerap disamakan dengan meningitis bakterial karena gejala awalnya hampir serupa, antara lain sakit kepala, demam, mual, dan muntah. Perbedaan utamanya terletak pada perkembangan penyakit yang sangat cepat.

“Pada saat penyebab meningitis lain yang lebih umum disingkirkan dan diagnosis PAM dipertimbangkan, sering kali sudah terlambat untuk menyelamatkan pasien dari edema serebral yang berkembang dengan cepat dan menyebabkan kematian,” bunyi dokumen tersebut.

Baca Juga: 7 Makanan yang Menyebabkan Pikun, Buruk untuk Kesehatan Otak

Onset Penyakit yang Sangat Cepat

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!