Tompi Kritik Menkeu Purbaya, Sebut Dana Rp200 Triliun Tak Turunkan Bunga Pinjaman

Minggu, 21 September 2025 - 13:00 WIB
"Mau bunga diturunin pun untuk pengusaha menengah bawah pikir-pikir mau ambil, daya beli masyarakat lagi nggk nentu. Yang menghidupi UMKM bawah justru mas-mas plecit, cicilan harian modal Rp5 ribu dan mingguan Rp20 ribu tentram. Wkwkwk," kata warganet.

"Siapa yang mau pinjem dok? Masyarakat ekonominya lagi susah. Gimana buat bayar cicilannya. Lagi pula kalo minjem kan harus punya jaminan. Mana punya mereka, nanti yang manfaatin ya cuma orang-orang yang mampu, yang punya jaminan. Aku takut kredit macet aja. Ngeri," kata warganet.

Sebelumnya, Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah telah mengucurkan dana sebesar Rp200 triliun ke lima bank milik negara yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Kebijakan ini dilakukan dengan tujuan utama untuk meningkatkan likuiditas perbankan sekaligus mempercepat penyaluran kredit ke sektor-sektor produktif.

Baca Juga: Tompi Sindir Isu Royalti: Musisi Harus Sejahtera, Jangan Dimanfaatkan

Dana tersebut sebelumnya ditempatkan di Bank Indonesia (BI) dan kini dialihkan agar dapat dimanfaatkan lebih optimal. Dengan tambahan likuiditas, bank diharapkan lebih agresif menyalurkan pembiayaan ke sektor riil sehingga pertumbuhan ekonomi dapat terstimulasi.

Rincian penyaluran dana Rp200 triliun dari pemerintah terbagi ke beberapa bank milik negara. Bank Mandiri, BNI, dan BRI masing-masing memperoleh alokasi sebesar Rp55 triliun. Sementara itu, BTN menerima dana sebesar Rp25 triliun, dan Bank Syariah Indonesia (BSI) mendapatkan alokasi Rp10 triliun.
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!