Trump Murka Acara Jimmy Kimmel Kembali Tayang, Ancam Gugat ABC
Kamis, 25 September 2025 - 09:40 WIB
Dalam unggahannya, Trump menuduh Kimmel merusak jaringan televisi dengan menjadi corong politik Demokrat. Ia bahkan menyebut monolog Kimmel sebagai "peran SAMPAH Demokrat" dan menuduh siaran tersebut sebagai sumbangan ilegal bagi Partai Demokrat.
Trump tidak hanya mengejek Kimmel dengan menyebut penontonnya sudah pergi, tetapi juga mengingatkan kembali penyelesaian sengketa hukum yang pernah dilakukannya dengan ABC. Ia menyinggung bahwa pada Desember lalu, ABC memilih menyelesaikan gugatan pencemaran nama baik dengan memberikan kompensasi sebesar USD16 juta atau sekitar Rp248 miliar.
"Terakhir kali saya menuntut mereka, mereka memberi saya USD16 juta. Yang ini terdengar lebih menguntungkan," tulis Trump di Truth Social dilansir dari CNN, Kamis (25/9/2025).
Namun, klaim Trump ini dipandang menyesatkan. Pembayaran tersebut bukan diberikan karena "kebaikan hati", melainkan sebagai strategi ABC untuk menghindari sidang panjang dan pengungkapan fakta hukum yang tidak terduga. Banyak pihak menilai langkah itu justru melemahkan posisi media di hadapan presiden yang gemar menekan lawan politiknya.
Baca Juga: Kisah Cinta Donald Trump dan Melania bak Rollercoaster, sang Presiden Sempat Ditolak
Ancaman terbaru Trump langsung menuai kritik dari kalangan politik Amerika Serikat. Chuck Schumer, Pemimpin Minoritas Senat, menegaskan bahwa upaya Trump untuk menekan media merupakan tanda bahaya bagi demokrasi.
Klaim dan Ancaman Trump
Trump tidak hanya mengejek Kimmel dengan menyebut penontonnya sudah pergi, tetapi juga mengingatkan kembali penyelesaian sengketa hukum yang pernah dilakukannya dengan ABC. Ia menyinggung bahwa pada Desember lalu, ABC memilih menyelesaikan gugatan pencemaran nama baik dengan memberikan kompensasi sebesar USD16 juta atau sekitar Rp248 miliar.
"Terakhir kali saya menuntut mereka, mereka memberi saya USD16 juta. Yang ini terdengar lebih menguntungkan," tulis Trump di Truth Social dilansir dari CNN, Kamis (25/9/2025).
Namun, klaim Trump ini dipandang menyesatkan. Pembayaran tersebut bukan diberikan karena "kebaikan hati", melainkan sebagai strategi ABC untuk menghindari sidang panjang dan pengungkapan fakta hukum yang tidak terduga. Banyak pihak menilai langkah itu justru melemahkan posisi media di hadapan presiden yang gemar menekan lawan politiknya.
Baca Juga: Kisah Cinta Donald Trump dan Melania bak Rollercoaster, sang Presiden Sempat Ditolak
Reaksi Publik dan Tokoh Politik
Ancaman terbaru Trump langsung menuai kritik dari kalangan politik Amerika Serikat. Chuck Schumer, Pemimpin Minoritas Senat, menegaskan bahwa upaya Trump untuk menekan media merupakan tanda bahaya bagi demokrasi.
Lihat Juga :