Tak Ada Pemerasan, Ahli Bahasa Nilai Percakapan Nikita Mirzani hanya Negosiasi
Kamis, 25 September 2025 - 14:30 WIB
Frans Asisi, yang menjadi saksi kedua, menegaskan bahwa percakapan antara Reza Gladys dan Mail tidak bisa diartikan sebagai bentuk tekanan atau pemerasan. Ia justru memandang komunikasi itu lebih kepada permintaan bantuan dari pihak Reza.
"Dalam konteks bahasa, isi percakapan RG (Reza Gladys) dan Mail bermakna apa?" tanya salah satu tim kuasa hukum Nikita.
"'Gimana baiknya' itu berarti mau meminta tolong. Tidak menyuruh, tapi mau meminta tolong," jawab Frans di persidangan.
Foto/Ravie Mulia Wardani
Baca Juga: Nikita Mirzani Gugat Reza Gladys Rp114 Miliar, Sebut Alami Banyak Kerugian
Lebih lanjut, Frans menolak anggapan bahwa adanya permintaan berulang dalam percakapan bisa dianggap sebagai penekanan. Menurutnya, kalimat tersebut tetap berada dalam ranah permintaan bantuan, bukan pemaksaan.
"Permintaan berkali-kali itu apa bisa diartikan sebagai tindakan penekanan?" tanya kuasa hukum Nikita.
"Dalam konteks bahasa, isi percakapan RG (Reza Gladys) dan Mail bermakna apa?" tanya salah satu tim kuasa hukum Nikita.
"'Gimana baiknya' itu berarti mau meminta tolong. Tidak menyuruh, tapi mau meminta tolong," jawab Frans di persidangan.
Foto/Ravie Mulia Wardani
Baca Juga: Nikita Mirzani Gugat Reza Gladys Rp114 Miliar, Sebut Alami Banyak Kerugian
Penjelasan soal Permintaan dan Negosiasi
Lebih lanjut, Frans menolak anggapan bahwa adanya permintaan berulang dalam percakapan bisa dianggap sebagai penekanan. Menurutnya, kalimat tersebut tetap berada dalam ranah permintaan bantuan, bukan pemaksaan.
"Permintaan berkali-kali itu apa bisa diartikan sebagai tindakan penekanan?" tanya kuasa hukum Nikita.
Lihat Juga :