Kimo Stamboel Akui Alami Kesulitan dan Tantangan ketika Hadirkan Film Janur Ireng
Senin, 29 September 2025 - 19:26 WIB
Oleh karenanya, proses penyusunan naskah hingga visualisasi bukanlah perkara mudah.Dia bersama tim harus menyeleksi bagian-bagian penting agar cerita tetap utuh, tapi tetap bisa diterima penonton.
“Kalau ini lumayan sulit kita mengadaptasi dari bukunya (novel), karena sebagai storyteller bukunya itu sangat lebar dan banyak sekali cerita yang harus diceritakan akan tetapi penonton kita mau yang simpel makanya adaptasi film Janur Ireng iki dengan hasil yang menurut kami paling bagus," kata Kimo Stamboel di kawasan Setiabudi Jakarta Selatan, Senin (29/9/2025) sore.
Kimo mengungkapkan bahwa film Janur Ireng hampir tak diproduksi karena tingkat kerumitan ceritanya. Mereka membutuhkan waktu hingga dua tahun untuk dapat mengadaptasi novel ini ke layar lebar.
“Kami benar-benar mengadaptasi hampir semua dari buku Janur Ireng dan coba untuk menghubungkan dengan Sewu Dino. Ini prekuel, jadi akan mengungkap alasan di balik kejadian dalam Sewu Dino,”ungkap Kimo Stamboel.
Dia menambahkan, kolaborasi semua pihak menjadi kunci agar film ini bisa berdiri sebagai karya yang solid. Meski ada banyak keterbatasan, Kimo mengaku berusaha menjaga kualitas agar film dapat memuaskan semua pihak.“Tentu tidak mudah. Tapi saya berusaha untuk sebaik mungkin menjaga hal tersebut supaya bisa pas buat semuanya,” tegasnya.
“Kalau ini lumayan sulit kita mengadaptasi dari bukunya (novel), karena sebagai storyteller bukunya itu sangat lebar dan banyak sekali cerita yang harus diceritakan akan tetapi penonton kita mau yang simpel makanya adaptasi film Janur Ireng iki dengan hasil yang menurut kami paling bagus," kata Kimo Stamboel di kawasan Setiabudi Jakarta Selatan, Senin (29/9/2025) sore.
Kimo mengungkapkan bahwa film Janur Ireng hampir tak diproduksi karena tingkat kerumitan ceritanya. Mereka membutuhkan waktu hingga dua tahun untuk dapat mengadaptasi novel ini ke layar lebar.
“Kami benar-benar mengadaptasi hampir semua dari buku Janur Ireng dan coba untuk menghubungkan dengan Sewu Dino. Ini prekuel, jadi akan mengungkap alasan di balik kejadian dalam Sewu Dino,”ungkap Kimo Stamboel.
Dia menambahkan, kolaborasi semua pihak menjadi kunci agar film ini bisa berdiri sebagai karya yang solid. Meski ada banyak keterbatasan, Kimo mengaku berusaha menjaga kualitas agar film dapat memuaskan semua pihak.“Tentu tidak mudah. Tapi saya berusaha untuk sebaik mungkin menjaga hal tersebut supaya bisa pas buat semuanya,” tegasnya.
Lihat Juga :