Langit Jakarta Tercemar, BRIN Ungkap Air Hujan Mengandung Mikroplastik

Minggu, 19 Oktober 2025 - 08:10 WIB
Reza menjelaskan, mikroplastik yang ditemukan umumnya berbentuk serat sintetis dan fragmen kecil plastik, terutama polimer seperti poliester, nilon, polietilena, polipropilena, hingga polibutadiena dari ban kendaraan. Rata-rata, peneliti menemukan sekitar 15 partikel mikroplastik per meter persegi per hari pada sampel hujan di kawasan pesisir Jakarta.

Fenomena ini terjadi karena siklus plastik kini telah menjangkau atmosfer. Mikroplastik dapat terangkat ke udara melalui debu jalanan, asap pembakaran, dan aktivitas industri, kemudian terbawa angin dan turun kembali bersama hujan. Proses ini dikenal dengan istilah atmospheric microplastic deposition.

Baca Juga : Pentingnya Edukasi Berkelanjutan tentang Risiko Mikroplastik di Lingkungan Terdekat

Mikroplastik dapat menyebabkan bahaya serius bagi kesehatan, termasuk meningkatkan risiko penyakit kronis seperti kanker dan diabetes, mengganggu sistem kekebalan tubuh, serta merusak fungsi organ seperti paru-paru, sistem saraf, dan sistem reproduksi.

Penumpukan partikel ini dapat memicu peradangan dan stres oksidatif di dalam tubuh, serta menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah, seperti plak yang menyumbat arteri.
(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!