Makkah di Musim Dingin: Ketika Angin Sejuk Menyentuh Jantung Para Tamu Allah

Minggu, 16 November 2025 - 09:01 WIB
"Khususnya di bulan November, Desember, sampai Januari, biasanya di Makkah musim dingin dan keadaan Masjidil Haram selalu penuh, begitu pun juga keadaan di Hotel Pullman Zam Zam, di tiga bulan itu selalu penuh,” ujarnya ditemui pertengahan November 2025.

Baca Juga : 5 Destinasi Wisata yang Wajib Dikunjungi di Korea saat Liburan Musim Dingin

Kepadatan itu membuat para calon jemaah yang ingin merasakan ibadah di musim dingin perlu menyiapkan banyak hal dari jauh hari. Nurhadi kembali memberikan pengingat yang sederhana, tetapi penting bagi para jamaah.

"Yang perlu diperhatikan ketika ingin umroh di musim dingin, pastikan selalu membooking hotel terlebih dahulu, untuk mengantisipasi ketidaktersediaan kamar yang akan dituju, jadi jauh-jauh hari sebelum tanggal keberangkatan dipastikan sudah membooking hotel,” ucapnya.

“Setelah itu, karena musim dingin, selalu menjaga kondisi kesehatan dengan cara menjaga pola makan, dari minuman dan makanannya selalu dijaga," sambungnya.

Namun, dinginnya Mekah bukanlah dingin yang menggigit. Ia lebih seperti keteduhan yang dititipkan Allah untuk memperlambat langkah manusia dan membuat mereka lebih peka terhadap suara hati. Doa-doa mengalir lebih lembut, zikir bergema lebih jernih, dan setiap sujud terasa seperti pelukan hangat di tengah udara sejuk gurun.

Di luar Masjidil Haram, pedagang teh mint dan gahwa semakin ramai. Asap kecil dari cangkir-cangkir hangat itu menari di udara, memberi jeda bagi jemaah yang ingin beristirahat sejenak. Di sela hiruk pikuk, obrolan pendek antar jemaah-yang berasal dari negara berbeda, bahasa berbeda, cerita berbeda-menjadi jalinan kecil yang menghangatkan suasana.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!