Kepemimpinan dan Inovasi Indonesia di Mata Meutia Adryana
Selasa, 02 Desember 2025 - 11:00 WIB
“Kita sering melihat globalisasi sebagai soal ekspansi dan skala. Tapi bagi saya, global berarti punya cara berpikir yang terbuka, memahami keberagaman, beradaptasi dengan cepat, dan tetap punya identitas yang kuat,” ujarnya.
Latar belakang Meutia di bidang Humaniora dari Universitas Indonesia serta Sastra Prancis di Accord École de Langues, Paris, membentuk cara pandangnya terhadap dunia digital yang lebih berlapis: antara data dan empati, sistem dan budaya.
Perspektif ini pula yang menjadi dasar lahirnya STEB Group pada tahun 2020 — di tengah pandemi global, ketika banyak bisnis memilih bertahan alih-alih berekspansi. Keputusan berani itu menjadi titik balik kariernya.
“Sejak awal saya ingin membuktikan bahwa agensi independen dari Indonesia bisa bersuara di panggung global. Tantangannya bukan hanya soal kapasitas, tapi soal cara berpikir, apakah kita mampu melihat peluang global tanpa kehilangan nilai-nilai yang membuat kita unik,” tutur Meutia.
Visi global Meutia bukan sekadar soal ekspansi, tapi juga tentang membangun kontribusi nyata dari Indonesia untuk dunia. Dalam kepemimpinannya di STEB Group, ia menekankan tiga prinsip utama: inovasi digital, keberlanjutan bisnis, dan pengembangan talenta muda. Ia percaya, perusahaan yang bisa bertahan bukan hanya yang cepat beradaptasi, tapi juga yang punya nilai-nilai kuat di dalam sistemnya.
“Kalau kamu ingin loyalitas, bangunlah culture. Tapi kalau kamu ingin hasil, bangunlah sistem,” kata Meutia, mengutip filosofi kepemimpinan yang ia pegang teguh. “Keduanya tidak bisa dipisahkan. Budaya membuat orang betah, tapi sistem membuat visi bisa berjalan,” tambahnya.
Latar belakang Meutia di bidang Humaniora dari Universitas Indonesia serta Sastra Prancis di Accord École de Langues, Paris, membentuk cara pandangnya terhadap dunia digital yang lebih berlapis: antara data dan empati, sistem dan budaya.
Perspektif ini pula yang menjadi dasar lahirnya STEB Group pada tahun 2020 — di tengah pandemi global, ketika banyak bisnis memilih bertahan alih-alih berekspansi. Keputusan berani itu menjadi titik balik kariernya.
“Sejak awal saya ingin membuktikan bahwa agensi independen dari Indonesia bisa bersuara di panggung global. Tantangannya bukan hanya soal kapasitas, tapi soal cara berpikir, apakah kita mampu melihat peluang global tanpa kehilangan nilai-nilai yang membuat kita unik,” tutur Meutia.
Visi global Meutia bukan sekadar soal ekspansi, tapi juga tentang membangun kontribusi nyata dari Indonesia untuk dunia. Dalam kepemimpinannya di STEB Group, ia menekankan tiga prinsip utama: inovasi digital, keberlanjutan bisnis, dan pengembangan talenta muda. Ia percaya, perusahaan yang bisa bertahan bukan hanya yang cepat beradaptasi, tapi juga yang punya nilai-nilai kuat di dalam sistemnya.
“Kalau kamu ingin loyalitas, bangunlah culture. Tapi kalau kamu ingin hasil, bangunlah sistem,” kata Meutia, mengutip filosofi kepemimpinan yang ia pegang teguh. “Keduanya tidak bisa dipisahkan. Budaya membuat orang betah, tapi sistem membuat visi bisa berjalan,” tambahnya.
Lihat Juga :