Tips Merawat dan Mendampingi Orang dengan Demensia
Selasa, 15 September 2020 - 22:30 WIB
Kontribusi seluruh pihak dalam merawat orang dengan demensia amatlah penting. Foto Ilustrasi/Istimewa
JAKARTA - Demensia alzheimer dapat diawali dengan gejala gangguan penurunan fungsi otak yang memengaruhi emosi, daya ingat, dan pengambilan keputusan seseorang atau biasa disebut pikun. Kondisi ini harus diwaspadai karena lambat laun dapat memengaruhi kehidupan sosial seseorang, bahkan membawa dampak terhadap kepribadian mereka.
Orang dengan Demensia (ODD) kerap merasa mudah lupa, sulit fokus, disorientasi, hingga memiliki gangguan untuk berkomunikasi. Hal ini dapat memengaruhi keadaan jiwa dan pikiran mereka. (Baca Juga: Lindungi Penderita Demensia dari Covid-19 )
"Dengan mengenali gejala-gejala umum, kita bisa mendapatkan gambaran deteksi dini dan penanganan kasus demensia alzheimer lebih awal, seperti memahami bagaimana secara tepat merawat ODD hingga meminta bantuan profesional atau paid caregiver,” ujar Trainer Dementia Care sekaligus Dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) Azam David Saifullah, BSN, MSc, melalui keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Selasa (15/9).
Kondisi pandemi COVID-19 dan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang terjadi meningkatkan rasa kesepian, cemas, hingga depresi yang memengaruhi suasana hati dan memperburuk kondisi kejiwaan ODD.
Orang dengan Demensia (ODD) kerap merasa mudah lupa, sulit fokus, disorientasi, hingga memiliki gangguan untuk berkomunikasi. Hal ini dapat memengaruhi keadaan jiwa dan pikiran mereka. (Baca Juga: Lindungi Penderita Demensia dari Covid-19 )
"Dengan mengenali gejala-gejala umum, kita bisa mendapatkan gambaran deteksi dini dan penanganan kasus demensia alzheimer lebih awal, seperti memahami bagaimana secara tepat merawat ODD hingga meminta bantuan profesional atau paid caregiver,” ujar Trainer Dementia Care sekaligus Dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) Azam David Saifullah, BSN, MSc, melalui keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Selasa (15/9).
Kondisi pandemi COVID-19 dan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang terjadi meningkatkan rasa kesepian, cemas, hingga depresi yang memengaruhi suasana hati dan memperburuk kondisi kejiwaan ODD.
Lihat Juga :