Lonovila Menoreh, Healing di Kesunyian dan Kedamaian Perbukitan Menoreh
Jum'at, 02 Januari 2026 - 15:54 WIB
Bangunan utama Lonovila Menoreh mengusung arsitektur joglo modern—kokoh, teduh, dan hangat. Ruang dalamnya lapang, dengan bukaan lebar yang membiarkan cahaya dan udara pegunungan mengalir bebas.
Di bawah kaki, lantai marmer bernuansa warna batu terasa sejuk dan nyaman. Marmer dirancang dengan sentuhan alami, tidak mengilap berlebihan, sehingga menyatu dengan kayu, cahaya, dan suasana hutan. Di ruang-ruang ini, orang cenderung tinggal lebih lama, berbincang lebih pelan, dan tanpa sadar menjadi betah.
Teras kiri dan kanan rumah menjadi ruang hidup yang paling sering dipilih—tempat duduk lama sambil memandangi kebun, mendengar hutan berbicara pelan, dan menyaksikan kabut turun perlahan menyentuh halaman.
Lonovila Menoreh memiliki empat kamar tidur berukuran besar, masing-masing dirancang agar tetap terhubung dengan alam. Setiap kamar memiliki akses dari dalam rumah dan langsung ke luar, dilengkapi pintu kaca lebar berpadu kayu jati dengan desain modern.
Pintu dapat dibuka penuh, membiarkan udara dingin Menoreh masuk bersama suara alam. Dari dalam kamar, pandangan langsung tertuju pada halaman tanah, kebun, dan pepohonan di sekitarnya—membuat bangun pagi terasa tenang, tanpa tergesa.
Di dalam rumah tersedia dua area dapur, memberi ruang untuk memasak bersama dan menikmati waktu tanpa jadwal. Kamar mandi dilengkapi water heater, memberikan kenyamanan di udara pegunungan yang sejuk hingga dingin. Tanpa AC, rumah tetap terasa nyaman—alam sudah mengatur segalanya dengan seimbang.
Lingkungan sekitar Lonovila Menoreh menawarkan berbagai destinasi alam yang mudah dijangkau: Sungai Mudal dengan air jernihnya, Gua Seplawan yang hening dan bersejarah, Gua Kiskendo, Grojogan Sewu, Kedung Pedut, serta kebun salak tempat pengunjung dapat memetik buah langsung dari pohonnya.
Di bawah kaki, lantai marmer bernuansa warna batu terasa sejuk dan nyaman. Marmer dirancang dengan sentuhan alami, tidak mengilap berlebihan, sehingga menyatu dengan kayu, cahaya, dan suasana hutan. Di ruang-ruang ini, orang cenderung tinggal lebih lama, berbincang lebih pelan, dan tanpa sadar menjadi betah.
Teras kiri dan kanan rumah menjadi ruang hidup yang paling sering dipilih—tempat duduk lama sambil memandangi kebun, mendengar hutan berbicara pelan, dan menyaksikan kabut turun perlahan menyentuh halaman.
Lonovila Menoreh memiliki empat kamar tidur berukuran besar, masing-masing dirancang agar tetap terhubung dengan alam. Setiap kamar memiliki akses dari dalam rumah dan langsung ke luar, dilengkapi pintu kaca lebar berpadu kayu jati dengan desain modern.
Pintu dapat dibuka penuh, membiarkan udara dingin Menoreh masuk bersama suara alam. Dari dalam kamar, pandangan langsung tertuju pada halaman tanah, kebun, dan pepohonan di sekitarnya—membuat bangun pagi terasa tenang, tanpa tergesa.
Di dalam rumah tersedia dua area dapur, memberi ruang untuk memasak bersama dan menikmati waktu tanpa jadwal. Kamar mandi dilengkapi water heater, memberikan kenyamanan di udara pegunungan yang sejuk hingga dingin. Tanpa AC, rumah tetap terasa nyaman—alam sudah mengatur segalanya dengan seimbang.
Lingkungan sekitar Lonovila Menoreh menawarkan berbagai destinasi alam yang mudah dijangkau: Sungai Mudal dengan air jernihnya, Gua Seplawan yang hening dan bersejarah, Gua Kiskendo, Grojogan Sewu, Kedung Pedut, serta kebun salak tempat pengunjung dapat memetik buah langsung dari pohonnya.
Lihat Juga :