Dulu Dukun Hebat, Sekarang Tobat
Rabu, 07 Januari 2026 - 21:31 WIB
Ria juga secara terbuka menceritakan proses ekstrem yang harus ia jalani untuk mendapatkan ilmu santet, sebuah fase kelam dalam hidupnya yang kini ia kenang dengan penuh penyesalan. Ia mengungkap bahwa ritual yang dijalaninya tidak hanya menguras fisik, tetapi juga mental dan batin. Salah satu proses yang paling berat adalah ketika ia harus meminum darah haidnya sendiri sebagai bagian dari ritual yang diyakini dapat memperkuat ikatan dengan ilmu yang dipelajarinya. Selain itu, Ria juga diwajibkan menjalani puasa selama 40 hari di sebuah sumber mata air, tanpa makan dan minum, dalam kondisi yang sangat menguras tenaga dan jauh dari kehidupan normal.
Menurut Ria, selama menjalani ritual tersebut ia justru tidak merasakan penderitaan sebagaimana yang dibayangkan banyak orang. Dendam dan amarah yang terlanjur menguasai dirinya kala itu membuat rasa sakit, lapar, dan lelah seolah tak berarti. Perasaan sakit hati akibat hinaan dan perlakuan yang ia terima menjadi bahan bakar yang menguatkan tekadnya, hingga ia mampu menjalani proses ekstrem tersebut tanpa rasa takut maupun penyesalan. Fokusnya hanya satu, yaitu mencapai tujuan yang diyakininya dapat membalas rasa sakit yang pernah ia alami. Dalam kondisi tersebut, logika dan empati perlahan memudar, tergantikan oleh keyakinan bahwa semua pengorbanan yang dilakukan adalah sesuatu yang wajar.
Puncak dari perjalanan kelam itu terjadi ketika Ria menerima klien untuk mencelakai seseorang yang ternyata merupakan cucu dari seorang sesepuh di Kalimantan. Tindakan tersebut berujung pada balasan spiritual dari sang sesepuh, yang dampaknya sangat berat bagi Ria. Peristiwa inilah yang menjadi titik balik besar hingga akhirnya ia memutuskan untuk bertobat dan meninggalkan dunia ilmu hitam.
Namun, proses pertobatan itu tidaklah mudah. Ria mengungkapkan bahwa dirinya sempat mengalami kesakitan luar biasa hingga tidak mampu mengucapkan kalimat syahadat. Dalam kondisi tersebut, ia merasa mendapat bantuan dari almarhum ayahnya, yang secara spiritual membantunya melewati proses paling menyakitkan dalam hidupnya hingga akhirnya bisa benar-benar berubah.
Menambah suasana semakin menegangkan, Ria juga mengaku melihat kehadiran makhluk tak kasat mata di studio K.O.P.I. Ia menyebut adanya sosok perempuan serta sosok hitam kecil namun bertubuh sangat tinggi yang berada di pojok studio, membuat suasana obrolan semakin terasa mencekam meski tetap dibalut canda khas para host.
Menurut Ria, selama menjalani ritual tersebut ia justru tidak merasakan penderitaan sebagaimana yang dibayangkan banyak orang. Dendam dan amarah yang terlanjur menguasai dirinya kala itu membuat rasa sakit, lapar, dan lelah seolah tak berarti. Perasaan sakit hati akibat hinaan dan perlakuan yang ia terima menjadi bahan bakar yang menguatkan tekadnya, hingga ia mampu menjalani proses ekstrem tersebut tanpa rasa takut maupun penyesalan. Fokusnya hanya satu, yaitu mencapai tujuan yang diyakininya dapat membalas rasa sakit yang pernah ia alami. Dalam kondisi tersebut, logika dan empati perlahan memudar, tergantikan oleh keyakinan bahwa semua pengorbanan yang dilakukan adalah sesuatu yang wajar.
Puncak dari perjalanan kelam itu terjadi ketika Ria menerima klien untuk mencelakai seseorang yang ternyata merupakan cucu dari seorang sesepuh di Kalimantan. Tindakan tersebut berujung pada balasan spiritual dari sang sesepuh, yang dampaknya sangat berat bagi Ria. Peristiwa inilah yang menjadi titik balik besar hingga akhirnya ia memutuskan untuk bertobat dan meninggalkan dunia ilmu hitam.
Namun, proses pertobatan itu tidaklah mudah. Ria mengungkapkan bahwa dirinya sempat mengalami kesakitan luar biasa hingga tidak mampu mengucapkan kalimat syahadat. Dalam kondisi tersebut, ia merasa mendapat bantuan dari almarhum ayahnya, yang secara spiritual membantunya melewati proses paling menyakitkan dalam hidupnya hingga akhirnya bisa benar-benar berubah.
Menambah suasana semakin menegangkan, Ria juga mengaku melihat kehadiran makhluk tak kasat mata di studio K.O.P.I. Ia menyebut adanya sosok perempuan serta sosok hitam kecil namun bertubuh sangat tinggi yang berada di pojok studio, membuat suasana obrolan semakin terasa mencekam meski tetap dibalut canda khas para host.
Lihat Juga :