Gen Halal Championship Cetak Generasi Sadar Halal
Selasa, 13 Januari 2026 - 21:28 WIB
Muti menambahkan bahwa pelajar dipilih sebagai sasaran utama karena peran mereka sebagai pembawa nilai dan agen perubahan masa depan. “Kami menyadari betul literasi halal harus dibina dari generasi muda. Oleh karena itu, kita hidupkan lagi kegiatan ini. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa terus dihidupkan di tahun mendatang,” jelasnya.
Satu temuan menarik dari penyelenggaraan tahun ini adalah semakin inklusifnya isu halal. Peserta tidak datang semata dari kalangan Muslim. “Judulnya Gen Halal Championship, tapi yang mendaftar ternyata bukan hanya dari siswa/i Muslim, tapi juga ada siswa/i non-Muslim yang ikut mendaftar. Bahkan ada yang ikut sampai ke grand final,” ungkap Muti.
Fenomena tersebut, lanjutnya, menunjukkan bahwa halal semakin dipahami sebagai standar universal terkait kualitas, keamanan, dan kenyamanan produk. “Konsumen non-Muslim percaya bahwa produk halal itu baik, karena halal harus beriringan dengan thayyib.”
Dengan membawa tema “Explore, Compete, Inspire”, Gen Halal Championship menanamkan pengalaman edukatif yang bermakna. “Explore mengajak pelajar berani menggali ilmu halal lebih luas dan kritis. Compete menumbuhkan semangat berkompetisi. Sementara Inspire mendorong para peserta menjadi sumber perubahan dan inspirasi,” kata Muti. Ia berharap energi positif itu mengalir ke sekolah, keluarga, dan komunitas masing-masing peserta.
Program ini juga mendapat dukungan luas dari berbagai lembaga. Wakil Ketua Umum MUI, K.H. M. Cholil Nafis, Ph.D., menyebut kegiatan tersebut sebagai langkah strategis membangun generasi yang kompetitif dan bermoral. “Saya atas nama MUI, mengapresiasi kegiatan Gen Halal Championship 2025. Dengan halal kita bisa memperbaiki generasi dan dunia,” ungkapnya, sembari menegaskan bahwa konsep halal mencakup makanan, minuman, sumber kehidupan, hingga gaya hidup.
Apresiasi serupa disampaikan Staf Ahli Bidang Inovasi Kepemudaan dan Keolahragaan Kemenpora sekaligus Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof. Dr. K.H. M. Asrorun Ni'am Sholeh, M.A. Ia menyatakan isu halal bukan lagi ranah pinggiran, melainkan agenda besar generasi masa kini. “Salah satu isu utama yang strategis adalah isu halal. Begitu kita mampu concern terhadap urusan halal, berarti kita sudah masuk ke separuh urusan agama.” Ia mengingatkan bahwa perintah halal dalam Al-Qur’an tertuju bagi seluruh umat manusia.
Satu temuan menarik dari penyelenggaraan tahun ini adalah semakin inklusifnya isu halal. Peserta tidak datang semata dari kalangan Muslim. “Judulnya Gen Halal Championship, tapi yang mendaftar ternyata bukan hanya dari siswa/i Muslim, tapi juga ada siswa/i non-Muslim yang ikut mendaftar. Bahkan ada yang ikut sampai ke grand final,” ungkap Muti.
Fenomena tersebut, lanjutnya, menunjukkan bahwa halal semakin dipahami sebagai standar universal terkait kualitas, keamanan, dan kenyamanan produk. “Konsumen non-Muslim percaya bahwa produk halal itu baik, karena halal harus beriringan dengan thayyib.”
Dengan membawa tema “Explore, Compete, Inspire”, Gen Halal Championship menanamkan pengalaman edukatif yang bermakna. “Explore mengajak pelajar berani menggali ilmu halal lebih luas dan kritis. Compete menumbuhkan semangat berkompetisi. Sementara Inspire mendorong para peserta menjadi sumber perubahan dan inspirasi,” kata Muti. Ia berharap energi positif itu mengalir ke sekolah, keluarga, dan komunitas masing-masing peserta.
Program ini juga mendapat dukungan luas dari berbagai lembaga. Wakil Ketua Umum MUI, K.H. M. Cholil Nafis, Ph.D., menyebut kegiatan tersebut sebagai langkah strategis membangun generasi yang kompetitif dan bermoral. “Saya atas nama MUI, mengapresiasi kegiatan Gen Halal Championship 2025. Dengan halal kita bisa memperbaiki generasi dan dunia,” ungkapnya, sembari menegaskan bahwa konsep halal mencakup makanan, minuman, sumber kehidupan, hingga gaya hidup.
Apresiasi serupa disampaikan Staf Ahli Bidang Inovasi Kepemudaan dan Keolahragaan Kemenpora sekaligus Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof. Dr. K.H. M. Asrorun Ni'am Sholeh, M.A. Ia menyatakan isu halal bukan lagi ranah pinggiran, melainkan agenda besar generasi masa kini. “Salah satu isu utama yang strategis adalah isu halal. Begitu kita mampu concern terhadap urusan halal, berarti kita sudah masuk ke separuh urusan agama.” Ia mengingatkan bahwa perintah halal dalam Al-Qur’an tertuju bagi seluruh umat manusia.
Lihat Juga :