MasterChef Indonesia 13 Bikin Tian Naik Level, Terkenal lewat Olahan Gulai
Kamis, 15 Januari 2026 - 19:02 WIB
Ketertarikan itu kemudian dibuktikan secara serius saat pria kelahiran Pekalongan pada 27 September 1991 ini melanjutkan pendidikan tinggi bidang pariwisata. Kemudian , karier profesionalnya dimulai dengan pengalaman bekerja di sejumlah hotel ternama, termasuk salah satu hotel bintang lima di Dubai, sebelum kembali ke Indonesia dan berkiprah di berbagai jaringan hotel dalam negeri.
Pengalaman internasional tersebut membentuk karakter masak Tian yang disiplin, detail, dan berstandar tinggi. Ia kemudian dipercaya sebagai R&D Chef di salah satu perusahaan keju terbesar di Indonesia, posisi strategis yang memperkuat kemampuannya dalam riset, inovasi rasa, dan pengembangan produk.
Tak berhenti di situ, jiwa wirausaha Tian membawanya ke dunia bisnis kuliner. Ia mengembangkan usaha risol premium dengan konsep prasmanan, menggabungkan teknik modern dengan cita rasa lokal yang kuat.
Gulai dan ragam masakan Nusantara menjadi identitas yang terus ia perjuangkan, bahkan ketika tren kuliner global kerap mendominasi.
“Saya ingin masakan Nusantara, terutama gulai, dipandang sebagai kuliner yang berkelas dan bisa bersaing di kompetisi nasional maupun internasional,” tutur Tian.
Keinginan lama untuk mengikuti MasterChef Indonesia akhirnya terwujud setelah bertahun-tahun dipendam. Bagi Tian, MCI 13 bukan sekadar ajang lomba, melainkan panggung untuk memperkenalkan kekayaan rasa Indonesia kepada khalayak yang lebih luas.
Pengalaman internasional tersebut membentuk karakter masak Tian yang disiplin, detail, dan berstandar tinggi. Ia kemudian dipercaya sebagai R&D Chef di salah satu perusahaan keju terbesar di Indonesia, posisi strategis yang memperkuat kemampuannya dalam riset, inovasi rasa, dan pengembangan produk.
Tak berhenti di situ, jiwa wirausaha Tian membawanya ke dunia bisnis kuliner. Ia mengembangkan usaha risol premium dengan konsep prasmanan, menggabungkan teknik modern dengan cita rasa lokal yang kuat.
Gulai dan ragam masakan Nusantara menjadi identitas yang terus ia perjuangkan, bahkan ketika tren kuliner global kerap mendominasi.
“Saya ingin masakan Nusantara, terutama gulai, dipandang sebagai kuliner yang berkelas dan bisa bersaing di kompetisi nasional maupun internasional,” tutur Tian.
Keinginan lama untuk mengikuti MasterChef Indonesia akhirnya terwujud setelah bertahun-tahun dipendam. Bagi Tian, MCI 13 bukan sekadar ajang lomba, melainkan panggung untuk memperkenalkan kekayaan rasa Indonesia kepada khalayak yang lebih luas.
Lihat Juga :