Film Djoerig Salawe Berubah Jadi Setannya Cuan, Memotret Realita Sosial secara Jenaka
Jum'at, 23 Januari 2026 - 17:13 WIB
Dijelaskannya, "Setannya Cuan" membawa penonton kembali ke akar cerita rakyat tentang obsesi manusia terhadap keberuntungan instan. Mengambil inspirasi dari fenomena klenik nomor keberuntungan (salawe/ dua puluh lima), film ini memotret realita sosial dengan kacamata yang lebih jenaka.
"Kami ingin mengembalikan sensasi menonton film horor yang 'guyub'. Di mana penonton bisa berteriak kaget, tapi sedetik kemudian tertawa terpingkal-pingkal bersama orang di sebelah mereka," ujar Avesina
Sementara, Aris Muda yang menjadi Produser Film Setannya Cuan bersama Soebli mengatakan film horor ini adalah surat cinta untuk penonton yang kangen hiburan yang jujur.
"Ceritanya dekat dengan keseharian, dan tentu saja, sangat Indonesia," ujar Aris Muda.
Bahkan, judul yang dipilih ini menggambarkan dinamika masyarakat modern yang seringkali terjepit di antara tradisi mistis dan tuntutan ekonomi, di mana dalam film ini, setan bukan lagi sekadar sosok peneror, melainkan bagian dari "ekosistem" ambisi manusia yang ingin cepat kaya. Melalui karakter-karakternya yang relatable.
"Kami ingin mengembalikan sensasi menonton film horor yang 'guyub'. Di mana penonton bisa berteriak kaget, tapi sedetik kemudian tertawa terpingkal-pingkal bersama orang di sebelah mereka," ujar Avesina
Sementara, Aris Muda yang menjadi Produser Film Setannya Cuan bersama Soebli mengatakan film horor ini adalah surat cinta untuk penonton yang kangen hiburan yang jujur.
"Ceritanya dekat dengan keseharian, dan tentu saja, sangat Indonesia," ujar Aris Muda.
Bahkan, judul yang dipilih ini menggambarkan dinamika masyarakat modern yang seringkali terjepit di antara tradisi mistis dan tuntutan ekonomi, di mana dalam film ini, setan bukan lagi sekadar sosok peneror, melainkan bagian dari "ekosistem" ambisi manusia yang ingin cepat kaya. Melalui karakter-karakternya yang relatable.
Lihat Juga :